5 Bentuk Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

5 Bentuk Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

5 Bentuk Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)


Pernikahan ideal dapat terjadi ketika perempuan dan laki-laki dapat saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Akan tetapi apabila hal di atas tidak terjadi, maka hindarilah beberapa hal berikut ini:


  1. Kekerasan secara fisik (memukul, menendang, menampar, menjambak rambut, menyundut dengan rokok, melukai);
  2. Kekerasan secara psikis (menghina, komentar-komentar yang merendahkan, melarang istri mengunjungi saudara atau teman-temannya, mengancam);
  3. Kekerasan s3ksual (memaksa dan menuntut berhubungan s3ksual);
  4. Penelantaran (tidak memberi nafkah istri, melarang istri bekerja);
  5. Eksploitasi (memanfaatkan, memperdagangkan dan memperbudakan).


Apabila hal tersebut terjadi, maka sebaiknya baik suami maupun istri berupaya mencari solusi dengan terlebih dahulu berdialog. Selanjutnya, jika belum berhasil, silakan lakukan langkah-langkah di bawa ini:


  1. Mendatangi fasilitas kesehatan (puskesmas/rumah sakit) untuk mengobati luka-luka yang dialami dan mendapatkan visum dari dokter atas permintaan polisi penyidik.
  2. Menceritakan kejadian kepada keluarga, teman dekat atau kerabat;
  3. Melapor ke polisi (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak);
  4. Mendapatkan pendampingan dari tokoh agama, LSM, psikolog atau LBH.
Landasan hukum bagi upaya pencegahan dan penindakan tindak kekerasan dalam rumah tangga diatas telah tercantum dalam Undang-Undang RI No.23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).


(Sumber: Kesehatan Reproduksi dan S3ksual bagi Calon Pengantin, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, 2015)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact