8 Pola Hidup Manusia Modern yang Berbahaya bagi Kesehatan (2) - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

8 Pola Hidup Manusia Modern yang Berbahaya bagi Kesehatan (2)

8 Pola Hidup Manusia Modern yang Berbahaya bagi Kesehatan (2)

8 Pola Hidup Manusia Modern yang Berbahaya bagi Kesehatan (2)

5. Makanan Instan
Dengan dalih karena kesibukan padat atau agar tidak disebut ketinggalan zaman maka manusia modern lebih memilih gaya makan dengan menu makanan serba instan. Sering mengonsumsi makanan instan berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh. 


Hal ini karena makanan instan kebanyakan mengandung pengawet, pewarna, pemberi rasa, pemanis buatan tinggi yang berbahaya bagi tubuh, Pola makan seperti itu bisa menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, diahetes mellitus, jantung koroner, stroke, obesitas, kanker bahkan depresi atau stres. Menurut sejumlah riset, daftar penyakit tersebut, paling banyak dijumpai dalam makanan instan manusia modern.

6. Menimbun (Bahan) Makanan
Adanya kulkas, membuat manusia modern berpikir, bisa beli (bahan) makanan sebanyak mungkin, mumpung lagi sempat belanja, dan mudah mengambilnya saat butuh. Padahal pembekuan makanan yang mengandung vitamin E dapat mengurangi kandungannya dengan drastis ketika dicairkan. Juga makanan yang mengandung vitamin F. yang terkena langsung pada panas dan udara dapat berubah menjadi tengik. Beragam sumber vitamin E yang dijumpai seperti roti dan minyak, sekarang sudah banyak diproses untuk rekayasa. Jadi kandungan vitamin E di dalamnya sudah banyak berkurang atau bahkan sudah hilang. Vitamin E adalah antioksidan yang memertahankan kerusakan akibat oksidasi pada seluruh jaringan tubuh.

Memang benar makanan yang dimasukkan ke dalam kulkas atau alat pendingin lainnya dapat menambah ketahanan makanan, namun menyimpan makanan di alat pendingin dapat mengurangi kandungan gizinya, bahkan melenyapkannya. Vitamin lain yang dapat hilang karena proses pengawetan makanan adalah vitamin Bi, dan vitamin C.

7. Kurang Sinar Matahari
Pada keadaan yang dipacu dengan kesibukan kerja pada perkantoran sudah barang tentu kurang mendapatkan sinar matahari. Orang yang kurang terkena sinar matahari dapat menderita kekurangan vitamin D yang sangat diperlukan untuk metabolisme kalsium. Kekurangan vitamin D dan kalsium dapat mengakibatkan penyakit rakits atau kerapuhan tulang, ostecopurosis atau pengcroposan tulang, serta radang sendi. 

Sinar ultra violet adalah perangsang pembentukan vitamin D di dalam kulit. Akibatnya,
orang yang jarang terkena sinar matahari rentan terhadap penyakit tersebut. Penambahan vitamin D dapat mengurangi risiko terkena penyakit itu. Penambahan maksimal yang dianjurkan setiap harinya sekitar 490 IU.

8. Suplemen Kesehatan
Manusia modern dalam memilih makanan lebih berpijak pada segi visual dan rasa daripada kandungan zat gizinya. Akibatnya terjadi kekurangan zat gizi atau komponen aktif nonnutrisi yang sangat diperlukan tubuh. Apalagi sekarang ini sangat gencar promosi bermacam-macam suplemen kesehatan yang konon berkhasiat meningkatkan energi vital serta sumber vitamin dan mineral yang lengkap. 

Suplemen kesehatan atau biasa disebut dictary supplement adalah produk kesehatan yang mengandung satu jenis atau lebih zat-zat yang bersifat komponen gizi atau obat. Suplemen zat gizi terdiri dari vitamin, mineral, asam-asam amino, dan asam-asam lemak jenis tertentu. Padahal suplemen yang berdaya guna bagi tubuh adalah serat makanan. Suplemen seperti ini tidak berasal dari makanan kimiawi, namun dari tumbuhan alami. Serat makanan umumnya berasal dari serat buah-buahan dan sayur-sayuran, serta sedikit yang berasal dari biji-bijian maupun serecalia.

Delapan gaya manusia modern tersebut di atas, tidak hanya menyebabkan penyakit fisik, tetapi juga mental, karena stres. Penyebabnya berasal dari beragam permasalahan hidup yang menghimpit atau tuntutan hidup yang tak terpenuhi. Semua bentuk stres menyebahkan peningkatan kebutuhan vitamin B2, B5, B6 serta vitamin C. Selain itu, polusi udara di jalan yang macet atau tempat tinggal yang kian gersang, juga menyebabkan peningkatan akan kebutuhan tubuh terhadap vitamin E. 

Segala bentuk kebutuhan viatamin dan gizi karena situasi dan kondisi kehidupan modern, tidak dapat dipenuhi secara utuh, karena manusia modern dengan gaya hidup seperti itu memang sudah menolak adanya gizi dan vitamin secara samar dan perlahan.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact