Diet Bisa Menyebabkan Botak - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Diet Bisa Menyebabkan Botak

Diet Bisa Menyebabkan Botak

Diet Bisa Menyebabkan Botak


Diet Bisa Menyebabkan Botak

HARISEHAT.COM - Kebotakan bisa bersifat sementara dan permanen. Pada kebotakan sementara, rambut yang telah rontok akan berganti dengan yang baru, sedangkan pada kebotakan permanen tidak sama sekali. 


Dalam dunia kedokteran, istilah yang digunakan untuk kebotakan adalah alopesia. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Akan tetapi, yang jelas bukan disebabkan terjepitnya pembuluh darah karena penggunaan ikat kepala atau topi yang sempit atau karena terik mataharí.



Lantas apa yang menyebabkan kebotakan? Salah satunya adalah program diet ketat drastis dapat membahayakan kesehatan rambut. Jika program diet, terutama diet rendah protein dan kalori, berlangsung cukup lama, akan mengakibatkan rontoknya rambut. Akan tetapi, rambut baru mulai tumbuh kembali setelah program diet pun dihentikan. 

Selain sebab diet, suasana pikiran dan perasaan juga mempengaruhi kesehatan folikel rambut yang bisa menjadi kebotakan sebagian atau alopesia areata. Alopesia jenis ini ditandai rontoknya rambut dari satu atau lebih daerah tertentu pada kulit kepala sehingga lebih pantas disebut "botak lokal". Sebenarnya alopesia ini tidak perlu diobati sebab dalam tempo beberapa bulan, umumnya bagian yang botak tersebut dengan sendirinya akan ditumbuhi rambut kembali.

Penyebab selanjutnya adalah proses pengobatan atau terapi tertentu dapat menimbulkan kebotakan yang bersifat sementara. 

Kebotakan yang bersifat permanen banyak ditentukan oleh faktor keturunan. Seseorang yang ayahnya botak akan memiliki peluang 50.50 untuk menjadi botak juga. Sekali faktor keturunan menakdirkan bahwa seseorang akan menjadi botak, takdir itu agak sulit atau mustahil dihindari. 

Obat botak yang beredar sekarang kebanyakan hanya bisa memperlambat terjadinya proses kebotakan itu. Sesuai dengan pengaturan gen atau faktor keturunan, dengan pertambahan usia sebagian besar folikel rambut di kulit kepala akan berhenti berproduksi secara total dan sebagian lagi beralih dari menghasilkan rambut tebal ke rambut yang lebih tipis. 



Sebagian lainnya akan kembali menghasilkan vellus seperti semula dan berhenti menghasilkan bulu terminal (rambut). Proses perubahan ini terjadi karena folikel yang berfungsi sebagai pabrik sel rambut semakin mengecil. Para ahli mengatakan bahwa perubahan pada folikel ini tampaknya dipengaruhi juga oleh hormon pria yang telah disinggung sebelumnya, yaitu hormon androgen.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact