Kerentanan Ibu Hamil dan Virus Zika - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Kerentanan Ibu Hamil dan Virus Zika

Kerentanan Ibu Hamil dan Virus Zika

oleh Ridwan Amiruddin
(Guru Besar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hassanudin)


Kerentanan Ibu Hamil dan Virus Zika

Pandemik global virus zika mulai mengkhawatirkan para ahli di berbagai belahan dunia. Hal ini disebabkan oleh tingginya attack rate kasus tersebut di daerah terpapar Brasil dan Kolumbia dan 24 negara lainnya. Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) secara khusus memberikan perhatian terhadap ibu hamil, bahkan ada anjuran kepada kaum perempuan untuk menghindari kehamilan pada periode 2 tahun ke depan selama kasus Zika masih mengalami peningkatan. Hal ini menjadi keprihatinan yang sangat mendalam dari direktur WHO, Margaret Chan.

Ada kemungkinan meluasnya serangan virus zika berkaitan dengan kelainan bentuk dan sindrom neorologis pada bayi lahir, penyebaran lintas negara, dan rendahnya imunitas masyarakat. Padahal belum ada vaksin, pengobatan spesifik, dan diagnosa cepat penyakit tersebut.


Zika ditandai sebagai penyakit yang umumnya tidak berbahaya. Zika memiliki gejala seperti ruam, demam, rasa sakit pada sendi, dan mata merah. Bahkan, sekitar satu dari empat orang yang terinfeksi virus ini tak menyadarinya. Hingga sekarang virus Zika menjadi pembicaraan luas di Brasil sejak pertengahan 2015, setelah sekitar 500.000 penduduk tertular virus ini. Lalu berkembang menjadi 1,5 juta penduduk yang tertular. 
Sejak November 2015 jumlah kasus mikrosefali di Brazil telah mencapai 4.180 kasus dari wanita yang terinfeksi virus Zika selama kehamilannya, dan pada tahun 2014 hanya 146 kasus dan lebih jauh terdapat 51 jumlah kematian bayi dari kasus tersebut (CNN 27/1/20156).

Serangan Zika masih penuh misteri. Virus Zika penting diwaspadai, karena ada kemungkinan El-Nino yang memungkinkan populasi nyamuk sebagai vector virus tersebut berkembang pesat.
Virus Zika tertular dari nyamuk Aedes yang menggigit orang yang aktif terinfeksi dan kemudian menyebar dengan menggigit yang lainnya, hingga orang tersebut menjadi karier hingga memunculkan gejala.

Fakta menunjukkan bahwa 80% dari orang yang terinfeksi tidak menyadari keberadaan zika dalam tubuhnya. Terutama pada wanita hamil, virus ini dapat ditularkan secara vertikal dan dapat ditemukan pada cairan amnion. Lyle Peterson (CDC) menjelaskan bahwa ini adalah situasi yang tidak biasa sebab virus sejenis (flavi virus) tidak demikian, seperti pada dengue dan West Nila atau Chikungunya.

Virus zika pertama kali ditemukan pada tahun 1947 di hutan Zika Uganda dan telah menjadi wabah di berbagai negara di Afrika, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasifik. 
Documen CDC menjelaskan bahwa transmisi virus Zika dapat melalui transfusi darah, paparan alat-alat laboratorium dan kontak s3ksual. Apakah virus Zika ditemukan pada air susu? Hal ini belum dapat dikonfirmasikan.

Wabah Zika pertama kali dilaporkan tahun 2013 di French Polynesia, sampel urine dan sperma dari seorang lakilaki Tahiti (44 tahun) positip zika. Sementara itu 5 tahun sebelumnya (2008) ahli microbiologi Brian dari Colorado tertular Zika setelah melakukan perjalanan ke Senegal.

Zika memasuki US melalui pelancong yang kembali dari daerah terinfeksi dan rentan terhadap virus zika. Hasil riset menunjukkan bahwa sekitar 63% populasi US rentan tertular zika terutama pada musim panas. 

Situasi di Indonesia menunjukkan gambaran epidemiologi yang masih samar. Tahun 2015, lembaga Eijkman Jakarta ternyata telah berhasil mengisolasi virus zika ini di Indonesia. 
Sebelumnya Tahun 1981, peneliti Australia telah melaporkan pasien penderita virus zika setelah bepergian ke Indonesia. Laporan-laporan tentang penularan kasus ini dari Indonesia terus berlanjut. Penemuan kasus tersebut dipublikasi oleh J.G Olson dkk pada American Journal Tropical Medicine and Hygiene (1981 vol 75 (3). Menjelaskan tahun 1977 dan 1978 pasien dari rumah sakit Tegalyoso, Klaten Indonesia yang memiliki onset demam yang secara serologi terbukti dari alphavirus dan infeksi flavivirus. Kluster peningkatan kasus terjadi pada masim hujan pada saat populasi Aedes aegypti meningkat. 

Skenario ledakan kasus zika di Indonesia dapat terjadi secara kombinasi dimana kasus zika import dan kasus origin secara bersama sama menimbulkan kejadian luar biasa, maka ini akan sangat mengkhawatirkan. Kondisi yang lain kedua jenis virus berkompetisi untuk survive maka kemungkinan akan memunculkan varian baru yang lebih pathogenik. Untuk ini perlu studi yang intensif. 

Skenario ke tiga virus DBD yang endemik secara pelan telah membentuk daya tahan/imun (herd immunity) penduduk lokal sehingga virus zika tidak berdampak nyata di Indonesia. 
Skenario ke empat virus Zika hanya menyerang beberapa wilayah, hal ini karena barier alam kepulauan yang secara alamiah mengisolasi virus zika. Kalau ini yang terjadi maka Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan keadaan ini.

Saat ini situasi perkembangan kasus virus zika telah menjadi pandemik, melintasi batas-batas negara, dengan kelompok yang paling rentan adalah ibu hamil. Hal ini karena kemampuan penularan vertikal virus Zika dari ibu ke janin yang berdampak pada kelainan janin yang di kandungnya.

Virus Zika memiliki kemampuan merusak pertumbuhan janin. Janin akan mengalami malformasi dan mikrosefali dengan ukuran 20% lebih kecil dari ukuran normal, berdampak pada kurangnya bobot ukuran otak anak yang dilahirkan. Anak akan mengalami retardasi mental, kebutaan dan gangguan pendengaran sehingga sepanjang hayat sang anak akan menjadi beban bagi keluarganya.

Melihat beban yang akan ditanggung oleh masyarakat akan dampak virus zika, maka berbagai kontroversi bermunculan; apakah legal menggugurkan anak yang terdampak virus zika? Begitu juga dengan penundaan kehamilan bagi wanita. Hal tersebut memberikan dampak sosial lanjutan dari penyakit zika.

Atas kondisi tersebut maka, langkah langkah strategis sebaiknya dipertimbangkan untuk mengantisipasi keadaan darurat ini. Diantaranya melakukan kampanye terbuka terhadap pandemik global virus zika, pengawasan intensif terhadap kasus import di bandara ataupun pelabuhan, meningkatkan upaya preventif terhadap gigitan nyamuk, mendorong perbaikan mutu lingkungan terutama tempattempat perindukan nyamuk dan bagi ibu hamil untuk membatasi diri bepergian ke daerah-daerah yang sedang di landa virus Zika.

Bagi pemerintah pusat maupun daerah perkembangan kasus Zika menjadi tantangan yang sangat urgen untuk mempersiapkan diri dalam aspek; penguatan manajemen, sistem informasi kesehatan, regulasi kesehatan, SDM kesehatan, kefarmasian, pembiayaan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, litbang kesehatan, serta unit-unit pelayanan kesehatan baik perseorangan maupun unit upaya kesehatan masyarakat. Hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan aksesibilitas, cakupan dan mutu layanan kesehatan secara merata di seluruh wilayah. 

Sumber: Harian Tribun Timur Makassar, Edisi I Februari 2016

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact