Perkembangan Pendidikan Seks di Sejumlah Negara - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Perkembangan Pendidikan Seks di Sejumlah Negara

Perkembangan Pendidikan Seks di Sejumlah Negara



| Selama ini di Indonesia, orang selalu berpikir bahwa pendidikan s3ks (sex education)hanya layak dipelajari oleh orang tua yang sudah menikah. Sungguh itu, anggapan yang salah. Pendidik s3ks harus diajarkan kepada semua orang lintas kalangan dan generasi, bahkan sudah harus dimulai pada anak usia dini. 


Kenapa demikian? Karena banyak orang -khususnya remaja- mengalami kecelakaan s3ks, seperti hamil muda di luar nikah, kena penyakit HIV, dan sebagainya- karena mereka tidak tahu seputar s3ks yang benar. Mereka -anak-anak- kadang menganggap hubungan s3ks itu serupa main kuda-kudaan atau putak umpet tanpa tahu ada bahaya di belakangnya. Selengkapnya: S3ks Tabu Dibicarakan, Tetapi Boleh Dipelajari

Kita tahu di sejumlah negara, pendidikan s3ks telah marak diajarkan dengan metode dan penekanan masing-masing. misalnya di Tiongkok atau Cina, pendidikan s3ks diajarkan dengan penekanan bahaya s3ks yang dilakukan dengan cara yang salah serta obat-obatan herbal yang bermanfaat terhadap  s3ks dan kesehatan. 

Kemudian di India, pendidikan s3ks ditekankan pada nilai-nilai hidup luhur yang harus dijaga dan dihormati dengan cara tidak melakukan s3ks secara menyimpang. Lain lagi dengan di Kanada, pendidikan s3ks ditekankan pada kesehatan mental. Bagi mereka, s3ks yang menyimpang dimulai dari mental yang menyimpang. Selanjutnya, di Belanda , pendidikan s3ks lebih ditekankan pada seputar kehamilan, penyakit s3ks yang menular, dan menghormati pengajaran s3ks di berbagai lembaga pendidikan.

Bagaimana dengan Indonesia? Pendidikan s3ks di tanah air bisa dibilang tidak berjalan dengan mulus. Tahun 2011, Kementerian Kesehatan sempat melakukan survei yang menyebutkan bahwa hanya 20 persen anak dengan usia rata-rata 15 sampai 20 tahun yang melek terhadap pengetahuan s3ks, khususnya terkait HIV dan perilaku s3ks bebas.

Sebenarnya, tidak hanya di Indonesia, di sejumlah negara tersebut di atas, awalnya pendidikan s3ks sempat mendapat penolakan yang keras, tetapi lambat laun, masyarakatnya mulai menyadari pentingnya pendidikan s3ks. Semoga juga di Indonesia ya.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact