Alasan Medis Kenapa Kita Harus Mandi Besar Saat Junub - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Alasan Medis Kenapa Kita Harus Mandi Besar Saat Junub

Alasan Medis Kenapa Kita Harus Mandi Besar Saat Junub

Alasan Medis Kenapa Kita Harus Mandi Besar Saat Junub


Alasan Medis Kenapa Kita Harus Mandi Besar Saat Junub

HARISEHAT.COM ~ Kadang-kadang ada orang bertanya, mengapa Islam mensyariatkan mandi janabah dengan membasuh seluruh badan setiap kali seseorang mengeluarkan sperma atau melakukan hubungan suami-istri, padahal sebagian anggota tubuh saja yang terkena kotoran? Adakah perbedaan antara keluar air kencing dari satu anggota badan dan keluar sperma dari anggota badan yang sama ketika janabah, sehingga dalam kasus pertama seseorang cukup membasuh sebagian anggota badan sedangkan pada kasus kedua seseorang harus membasuh seluruh tubuhnya? 


Syaikh Nashir Makarim asy-Syirazi (dalam tafsiral-Amtsal, Jul. 3, hal. 544) memberikan jawaban bahwa pengaruh keluarnya sperma atau mani dari tubuh seseorang tidak terbatas pada anggota badan tempat keluarnya, tidak seperti air kencing dan kotoran-kotoran yang lain. Buktinya adalah seluruh tubuh terpengaruh ketika sperma keluar dari anggota badan tersebut (ejakulasi atau orgasme), seluruh sel tubuh terpengaruh sehingga menjadi lemas. 



Kondisi ini merupakan bukti bahwa janabah (keluar sperma atau melakukan hubungan s3ksual) berpengaruh terhadap seluruh bagian tubuh. Penelitian para ilmuwan yang memiliki spesialisasi dalam bidang ini menunjukkan bahwa ada dua sistem saraf dalam tubuh manusia, yaitu sistem saraf simpatetik dan sistem saraf parasimpatetik yang membentang di seluruh bagian tubuh dan sistem internalnya. 

Sistem saraf simpatetik mengatur katalisis kerja sistem-sistem tubuh dan mempercepat kerjanya. Sementara itu, sistem saraf parasimpatetik bekerja sebaliknya, yaitu membatasi dan memperlambat kerja sistem-sistem tubuh. Sistem simpatetik berfungsi seperti sistem pembakaran bahan bakar dalam kendaraan agar bergerak, sedangkan sistem parasimpatetik berfungsi seperti rem yang mengontrol gerakan kendaraan. 

Dengan keseimbangan yang dihasilkan dari kedua kerja sistem saraf ini, maka semua sistem dalam tubuh bekerja secara simbang. Namun, kadang-kadang dalam tubuh seseorang terjadi beberapa aktivitas yang menghalangi kelangsungan keseimbangan ini, sehingga salah satu sistem saraf mengganggu kerja sistem saraf yang lain. Di antara aktivitas-aktivitas tersebut adalah ketika seseorang mencapai puncak kenikmatan s3ksual yang disebut orgasme, yang biasanya disertai dengan keluarnya sperma. Kondisi ini mengganggu fungsi sistem saraf parasimpatetik yang berfungsi untuk mengendalikan sistem saraf yang lain, yaitu sistem saraf simpatetik, sehingga keseimbangan dalam tubuh seseorang terganggu. 

Eksperimen membuktikan bahwa tindakan yang dapat dilakukan seseorang untuk mengembalikan keseimbangan fungsi kedua sistem saraf ini adalah membasuh seluruh badan dengan air. Kondisi orgasme yang dialami seseorang ketika janabah mengganggu keseimbangan kedua sistem saraf tersebut. Oleh karena itu, Islam memerintahkan agar seseorang yang mengalaminya segera membasuh seluruh tubuhnya dengan air atau mandi.  Mandi dengan membasuh seluruh badan dapat mengembalikan keseimbangan antara fungsi sistem saraf simpatetik dan fungsi sistem saraf parasimpatetik dalam seluruh bagian tubuh. 

Dengan demikian, kondisi tubuh akan menjadi pulih seperti sedia kala. Sudah tentu, faedah mandi janabah tidak terbatas pada apa yang telah dikemukakan tadi. Tetapi mandi janabah juga dipandang sebagai satu bentuk ibadah yang memiliki pengaruh-pengaruh moral spiritual yang tidak bisa dipungkiri. 

Inilah sebabnya mandi janabah menjadi tidak sah bila tidak disertai dengan niat untuk melaksanakan ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena pada hakikatnya, jasmani dan ruhani saling mempengaruhi ketika sperma keluar dari dalam tubuh seseorang atau ketika la melakukan hubungan s3ksual. Ketika itu, roh membawa tubuh pada kondisi rileks dan lemas. 

Sementara itu, mandi janabah dianggap sebagai mencuci seluruh tubuh. Seakan-akan air diantarkan ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, mandi janabah juga dianggap sebagai aktivitas mencuci roh karena disertai dengan niat untuk melaksanakan ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah. 

Jadi, mandi janabah memiliki dua pengaruh, yaitu pengaruh jasmaniah dan pengaruh rohaniah. Pengaruh jasmaniah mendorong tubuh untuk mengembalikan kondisi kebugaran dan vitalitas, sedangkan pengaruh rohaniah membawa seseorang pada kesucian jiwa dan kondisi-kondisi spiritualitas untuk menghadap kepada Allah Swt. 



Keharusan mandi janabah adalah hukum yang umum dan ketentuan yang mencakup juga orang yang belum mengalami janabah. Ketiga faedah yang telah disebutkan tadi menjelaskan salah satu alasan mengapa mandi janabah diwajibkan ketika keluar sperma, baik ketika sedang tidur maupun ketika terjaga, dan demikian pula setelah melakukan hubungan suami istri sekalipun tidak keluar sperma.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact