Awas, Ejakulasi Dini Penyakit Menular! - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Awas, Ejakulasi Dini Penyakit Menular!

Awas, Ejakulasi Dini Penyakit Menular!

Awas, Ejakulasi Dini adalah Penyakit Menular!
| Penyakit ejakulasi dini tanpa hasil (Edi Tansil) memang penyakit yang umum terjadi pada pria. Sebagai penyakit disfungsi s3ksual, ejakulasi dini bisa dibilang penyakit ringan, bisa juga disebut penyakit berat. Tergantung dari sudut mana kita memandang.


Ringan Berat
Dikatakan penyakit ringan, karena ejakulasi dini tidak berdampak apa-apa pada tubuh dan bahkan jauh dari kematian. Pria yang mengidap penyakit ejakulasi dini, tetap normal seperti biasa. Dia bisa bekerja dengan baik tanpa gangguan fisik. Artinya penyakit jenis ini adalah ‘penyakit diam-diam’ tanpa siapa pun tahu kecuali pasangannya.

Ejakulasi dini bisa disebut penyakit berat, karena bisa berdampak pada batin penderitanya, seperti stres, gangguan mental, dan krisis kepercayaan diri. Adakalanya, penyakit yang berdampak secara psikologis, lebih berat dari sekadar penyakit yang berdampak pada fisik. Itulah beratnya penyakit ejakulasi dini.

Penyakit Menular
Akan tetapi, entah itu ejakulasi dini adalah penyakit ringan atau berat, pada dasarnya penyakit tersebut termasuk jenis penyakit yang bisa menular. Loh, kok bisa sih? Penyakit ejakulasi dini memang bukan HIV AIDS atau flu yang tidak mengandung virus. Namun ia tetap bisa menular. Menular pada kehidupan harmonis rumah tangga, terutama pada istri. 

Menurut penelitian Journal of Sexiology tahun 2018 di sejumlah negara pada wanita yang suaminya (pernah) mengalami penyakit ejakulasi dini, penyakit ini lima dampak serius pada istri dan keharmonisan rumah tangga:

1. Rumah Tangga Labil
Kehidupan rumah tangga seperti keseharian anak remaja yang labil. Suasana rumah jadi tidak kondusif. Segalanya menjadi serba salah. Antara suami dan istri bisa ‘diam-diaman’ tanpa ada pertengkaran. Suami merasa malu, istri merasa kesal. Suasana jadi uring-uringan.

2. Istri Stres
Ada dua pemicu stres yang dialami seorang istri akibat penyakit ejakulasi dini suami: (a) dia merasa jengkel karena suaminya mengidap penyakit ejakulasi dini. Ibarat mandi, belum basah sama sekali sudah berhenti airnya. (b) dia tidak merasakan nikmatnya berhubungan s3ks, utamanya momen orgasme yang dirindukan setiap wanita. Dia merasa suaminya egois dengan penyakitnya itu, hanya 'enak sendiri' dan membiarkan istrinya menderita.

3. Perselingkuhan
Perselingkuhan yang umum terjadi karena dua hal, yakni adanya masalah di rumah tangga, termasuk masalah s3ksual, dan adanya kesempatan di luar rumah. Tidak hanya pada pria, pepatah "rumput tetangga terlihat lebih hijau dari rumput sendiri" juga terjadi pada wanita, misalnya "sapi tetangga terlihat lebih gagah dari sapi di kandang sendiri". Penyakit ejakulasi dini bisa menyebabkan seorang istri mencari kepuasan di luar rumah.

4. Susah Berbuah
Sejumlah sumber telah membahas, bahwa suami yang mengidap penyakit ejakulasi dini, spermanya sangat sulit membuahi ovum istri. Akibatnya, tidak terjadi kehamilan. Jika keduanya sudah saling sepakat untuk punya momongan, maka ini tentu jadi masalah serius. Ketiadaan anak pada sebuah keluarga ibarat bom waktu bencana yang bisa meledak kapan saja.

5. Perpisahan
"Penyebab terjadinya perceraian yang umum terjadi adalah masalah komunikasi dan hubungan s3ksual," kata dr. Boyke. Tentu saja, adanya penyakit ejakulasi dini menjadi hubungan s3ks jadi terganggu. Jika, hal itu dibiarkan dalam waktu lama dan istri terus merasa tidak bahagia dengan kehidupan ranjangnya, maka pertengkaran kecil akan menyulut menjadi pertengkaran besar yang berujung tombak pada perpisahan. Inilah dampak yang paling mengerikan dari penyakit menular ejakulasi dini.

Dengan demikian, penyakit ejakulasi dini, tidak bisa kita anggap penyakit yang ringan lagi. Dalam artian, penderitanya harus berusaha mencari cara dan mengobatinya agar sembuh. Sambil lalu menunggu hasil proses penyembuhan, ada terapi sederhana yang bisa dilakukan untuk penyakit ejakulasi dini ini, yakni: Terapi Lidah untuk Edi Tansil (Ejakulasi Dini Tanpa Hasil)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact