Sejarah Kelam Perempuan dan Seksualitas - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Sejarah Kelam Perempuan dan Seksualitas

Sejarah Kelam Perempuan dan Seksualitas





Barangkali ini topik yang tidak nyaman kita bicarakan, tetapi harus kita bicarakan agar menjadi pelajaran bagi kita semua. Setidaknya, apa yang terjadi di masa lalu tidak kembali terjadi di masa sekarang dan masa depan.

Kita tahu, perempuan di masa lalu kerap menjadi obyek nafsu s3ks kaum pria yang berkuasa. Tentu saja fakta tersebut menyalahi kodrat perempuan diciptakan. Berikut sejumlah sejarah kelam tersebut di sejumlah peradaban dunia agar menjadi renungan bagi kita semua:

a. Peradaban Babilonia

Para perempuan yang terdegradasi dan ditolak semua haknya berdasarkan hukum Babel. Jika seorang pria membunuh seorang wanita, bukan dia yang dihukum, melainkan istrinya, dihukum mati.


b. Peradaban Yunani

Peradaban Yunani dianggap paling mulia dari semua peradaban kuno. Namun di bawah sistem yang dianggap sangat 'mulia' itulah perempuan dirampas semua haknya dan dipandang rendah. Dalam mitologi Yunani, seorang 'wanita imajiner' yang disebut 'Pandora' adalah akar penyebab kemalangan manusia. Orang-orang Yunani menganggap perempuan sebagai sub-manusia dan lebih rendah dari pria. Meskipun kesucian perempuan sangat berharga, dan harga diri perempuan dianggap tinggi, orang-orang Yunani kemudian kewalahan oleh ego dan penyimpangan s3ksual. Prostitusi menjadi hal rutin yang dilakukan di antara semua kelas masyarakat Yunani saat itu.

c. Peradaban Romawi

Ketika peradaban Romawi kuno berada di puncak 'kemuliaan'-nya, seorang pria bahkan memiliki hak untuk mengambil nyawa istrinya. Prostitusi dan ketelanjangan adalah hal yang umum di antara orang-orang Romawi. Perempuan tidak ubahnya barang yang bisa diperdagangkan secara bebas.

d. Peradaban Mesir

Penduduk Mesir kuno menganggap perempuan adalah simbol kejahatan dan sebagai tanda setan. Itulah kenapa pada masa itu banyak perempuan dibunuh secara sadis. Perempuan bukan lagi manusia seperti halnya laki-laki. Perempuan hanyalah 'setan penggoda' yang membahayakan kehidupan dunia pada masa itu.

e. Arab Jahiliah

Sebelum Islam menyebar di Arabia, orang-orang Arab memandang rendah perempuan dan sangat sering terjadi ketika anak perempuan lahir, ia dikubur hidup-hidup. Bagi mereka punya anak perempuan adalah aib yang besar, dan mereka tidak mau menanggung malu seumur hidup. Islam kemudian datang dan secara perlahan mengangkat derajat kaum perempuan dengan cara memberikan mereka kesetaraan. Islam mengangkat status perempuan dan mengakui hak-hak mereka sejak 1400 tahun yang lalu. Islam berharap agar perempuan dapat mempertahankan status mereka. 

f. Masyarakat Barat Modern

Di zaman sekarang kita sering dengar bahwa masyarakat Barat mengklaim telah mengangkat derajad perempuan, bahkan andai Islam itu tidak ada. Benarkah? Prinsip masyarakat Barat mengenai liberalisasi perempuan merupakan bentuk terselubung dari eksploitasi wanita, degradasi tubuh dan jiwa, serta perampasan kehormatannya.

Masyarakat Barat mengklaim telah 'mengangkat' wanita, tetapi justru sebaliknya, mereka mendegradasi perempuan hanya sebatas sebagai selir, gundik, dan teman tidur tanpa ikatan pernikahan yang sah. Bagi mereka, perempuan hanya merupakan alat bagi para pencari kesenangan serta penikmat s3ks bebas. 

Demikian serangkaian sejarah perempuan di dunia, agar bisa menjadi pelajaran dan renungan bagi kita semua bahwa perempuan bukanlah semata-mata objek s3ksualitas, tetapi lebih dari itu!

_____
Sumber: JAWABAN DARI BERBAGAI PERTANYAAN MENGENAI ISLAM, Dr. Zakir Abdul Karim Naik, Penerjemah: Aretha Aprilia, dkk

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact