Sejarah Komunitas Homoseksual di Indonesia - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Sejarah Komunitas Homoseksual di Indonesia

Sejarah Komunitas Homoseksual di Indonesia

Sejarah Komunitas Homoseksual di Indonesia

Menurut Wiyatmi dalam Kritik Sastra Feminis (2012), keberadaan kaum h0mos3ksual di Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan adanya organisasi (paguyuban) yang menghimpun kaum lesbian dan gay di Indonesia. Seperti diuraikan oleh Dede Oetomo (2003: 46), salah seorang pendiri paguyuban gay Indonesia pertama, Lambda Indonesia (LI), dan sekarang menjadi anggota Dewan Pembina Yayasan Gaya Nusantara, paguyuban gay pertama kali didirikan 1 Maret 1982 dengan nama Lambda Indonesia (LI) dengan buletinnya G: Gaya Hidup Ceria, yang terbit hingga akhir 1984. 


Selanjutnya, awal 1985 di Yogyakarta muncul Persaudaraan Gay Yogyakarta (PYG), yang memiliki buletin Jaka, yang khusus untuk laki-laki. Pada tahun 1988 bubar dan memperluas ruang lingkupnya secara nasional dengan nama Indonesian Gay Society (GS). November 1987 muncul Kelompok Kerja Lesbian dan Gay Nusantara (KKLGN) yang menerbitkan buku Gaya Nusantara. Sebagai organisasi dengan anggota komunitas tertentu, eksistensi mereka didukung oleh keterlibatan kaum gay dan lesbian dalam mengikuti dan menyelenggarakan konferensi dan kongres gay dan lesbian dalam lingkup nasional maupun transnasional, seperti Konferensi Regional Asia ILGA II di Tokyo 19–20 November 1988, Kongres Lesbian dan Gay Indonesia (KLGI) I (1983), LGI II (1985), KLGI III (1997) (Oetomo, 2003: 283). 

Di samping itu, terbitnya buku Mamberi Suara pada yang Bisu (2001 dan mengalami cetak ulang (2003) karya Dede Oetomo, yang memuat sejumlah artikel dan hasil kajiannya tentang kehidupan h0mos3ksual menunjukkan fenomena dan eksistensi kaum h0mos3ksual Indonesia yang tidak dapat dipandang dengan sebelah mata.

Fakta tersebut di atas sudah terjadi sekitar tahun 80 sampai 2000-an, sudah berpuluh tahun yang lalu. Jadi, apalagi sekarang, di mana segalanya semakin canggih. Tentu, keberadaan h0mos3ksual semakin berkembang secara masif dan faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya perilaku h0mos3ksual semakin mendapat dukungan penuh dari zaman modern.

Paling tidak, ada lima penyebab utama seseorang menjadi h0mos3ksual, yakni: (a) Implusif, suatu keadaan yang memungkinkan sekelompok manusia hanya bisa melakukan hubungan s3ks antara sesama jenis, misalnya di penjara, atau pulau terpencil karena pernah terdampar, dan sebagainya. (b) Pergaulan, artinya seseorang bisa berperilaku h0mos3ksual karena awalnya biasa bergaul di lingkungan orang-orang seperti itu. (c) Genetik, yaitu adanya kecenderungan h0mois sejak lahir karena adanya faktor turunan. (d) Kultural, yakni adanya budaya setempat yang memaksa terjadinya perilaku h0mo. (e) Traumatik atau bersifat psikologis karena suatu kejadian di masa lalu yang membuatnya enggan pada lawan jenis dan merasa lebih nyaman dengan sesama jenis.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact