Seks dan Reproduksi Kekuasaan Lelaki - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Seks dan Reproduksi Kekuasaan Lelaki

Seks dan Reproduksi Kekuasaan Lelaki

Seks dan Reproduksi Kekuasaan Lelaki - seksehat.id

Bias gender tidak hanya merupakan realitas objektif yang memiliki daya paksa, tetapi juga merupakan apa yang dikatakan Foucault sebagai fakta diskursif, "the way in which sex is put into discourse"  (Foucault, 1990: 11). Dalam kenyataannya meskipun merupakan sesuatu yang tabu secara normatif, s3ks tetap merupakan tema pembicaraan penting yang bahkan direproduksi dalam berbagai bentuk wacana. Untuk itu, menarik untuk dikaji siapa yang membicarakan s3ks dan sudut pandang apa yang digunakan pada saat orang membicarakannya. S3ks kemudian dapat dilihat sangat berorientasi kepada golongan yang menyebabkan s3ks menjadi alat di dalam penegasan kekuasaan laki-laki yang digunakan secara berbeda antara satu kelompok orang dengan kelompok yang berbeda.


S3ks merupakan sarana reproduksi, sekaligus sumber kesenangan, dan sesungguhnya juga merupakan pusat keberadaan manusia (Suryakusuma, 1991: 8) karena s3ks menegaskan hubungan-hubungan kekuasaan pelakunya. S3ks tidak hanya untuk fungsi prokreatif, tetapi juga rekreatif yang memenuhi fungsi kesenangan dan kenikmatan yang merupakan gaya hidup hedonistik yang tumbuh sepuluh tahun terakhir ini. Kelas menengah ini telah memberikan pemaknaan baru dalam berbagai aspek kehidupan dan juga telah memberikan inspirasi kepada kelompok masyarakat Iain di dalam pembentukan suatu etos konsumeristik yang berorientasi pada pemuasan kesenangan. Kelas menengah kita yang tumbuh demikian pesat sepuluh tahun belakangan ini telah mentransformasikan masyarakat ke arah yang berorientasi kepada pasar, dengan mengejar kepentingan dan kepuasan pribadi. Di dalam gerakan kebudayaan leisure class semacam ini, perempuan merupakan suatu produk yang dikonsumsi, yang merupakan pemuas kebutuhan (lelaki) dan merupakan bagian dari keseluruhan proses negosiasi dan kontrak sosial. Situasi semacam ini semakin mereproduksi bias gender karena restrukturasi dalam sektor produktif tidak terjadi secara mendasar sehingga kontrol sektor produktif masih berada di tangan laki-laki.

Praktik s3ks karenanya juga menunjukkan ciri-ciri pelaku s3ks dan hubungan-hubungan kekuasaan dalam hubungan s3ksual itu sendiri. Untuk ini, Masri Singarimbun mengatakan bahwa "kehidupan s3ks yang pada dasarnya dimaksudkan untuk melanjutkan keturunan, lalu dimanipulasi manusia. Melalui lembaga, terkadang fungsinya menjadi status sosial, misalnya beristri tiga atau empat untuk gengsi. Atau fungsinya menjadi pemuas naluri dasar di luar perkawinan, pemuas nafsu s3ks semata dan kehamilan dicegah. S3ks malah menjadi industri penting dengan dalih meningkatkan kesempatan kerja dan menyukseskan proyek turisme" (Singarimbun, 1992: 111).

Berbagai praktik s3ks yang terdapat di dalam masyarakat kita dapat menjadi alat untuk mengukur perkembangan masyarakat itu sendiri dan kemajuan-kemajuan di dalam hubungan laki-laki dan perempuan. Julia Suryakusuma mengatakan bahwa s3ksualitas adaIah cermin nilai-nilai masyarakat, adat, agama, lembaga-lembaga besar seperti negara, dan hubungan-hubungan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan (Suryakusuma, 1991: 3). Dalam berbagai praktik s3ksual, dominasi laki-laki bukan tanpa perlawanan yang menunjukkan adanya negosiasi kekuasaan. Kasus Yoti yang diperkosa di ujung timur negeri menarik untuk disimak.

Yang banyak di situ cuma kapal bekas yang keadaannya sudah rusak. Di sana adik iparnya ditarik Mesakh ke pantai, ke salah satu kapal bekas. Mesakh memaksa Yoti untuk menuruti hawa nafsunya. "Kalau tidak mau, saya pukuli" Mesakh mengancam. Ternyata Yoti tak takut pada ancaman abang iparnya itu. la berusaha memberontak dan melepaskan diri dari genggaman tangan Mesakh yang sangat kuat, tetapi lama kelamaan tenaga Yoti terkuras juga sehingga Mesakh leluasa memenuhi hawa nafsunya (Gatra, 4 Maret 1995).

Dalam kasus ini, seperti banyak kasus yang kita ikuti di berbagai media, kelemahan fisik perempuan telah menjadi arena praktik kekuasaan laki-laki. Hal ini bertolak belakang dengan ideologi melindungi yang lemah, meskipun wacana "perempuan makhiuk yang lemah" direproduksi terus menerus, bukan untuk dibantu melainkan untuk dimanfaatkan. Dapat dicatat di sini bahwa kepentingan memperkosa jauh lebih besar dibandingkan dengan kepentingan melindungi perempuan.

Perkosaan tidak dapat dipisahkan dari berbagai persoalan kehidupan yang terjadi sehari-hari. Tindakan ini telah berkaitan langsung dengan kemarahan sosial yang diekspresikan oleh seseorang atau sekelompok orang. Di sini memperkosa merupakan cara alternatif untuk mengekspresikan kemarahan sehingga juga merupakan ekspresi penegasan kekuasaan dan ketidakkuasaan seseorang. Hal ini dapat dilihat pada kasus Acan, kemarahan ditimpakan kepada perempuan yang ada di rumah Acan, dengan memperkosa mereka. Perkosaan di sini bukan menjadi tujuan, tetapi alternatif bagi kemarahan yang ingin diekspresikan dan juga alat untuk memperoleh kemenangan (kepuasan politik individu).

Serangkaian kasus lain dapat saja ditambahkan untuk melihat betapa perempuan di sinj telah menjadi korban dari konflik antar lelaki. Dengan demikian angka perkosaan yang meningkat dapat merupakan tanda dari dekadensi hubungan sosial dan pencarian kekuasaan yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Semakin tinggi tingkat perkosaan, karenanya, bukan hanya menunjukkan moral pelaku yang semakin buruk, tetapi Iebih merupakan tanda dari konflik sosial yang semakin tajam antar orang atau antar kelompok orang (Wouters, 1992).

Kemarahan sosial bersumber pada banyak faktor. Jurang yang melebar antar golongan sosial merupakan sumber konflik, terutama pada saat mekanisme hubungan antar golongan itu tidak tersedia. Kecenderungan di dalam materialisasi kehidupan secara meluas telah mengubah bentuk-bentuk hubungan sosial. Benda telah menjadi wakil di dalam hubungan sosial antar orang sejalan dengan berkurangnya hubungan face to face (Simmel, 1991). Prinsip-prinsip ekonomi yang membentuk etos hidup sangat mempengaruhi etika kehidupan sosial secara umum. Hubungan yang Iebih bersifat kontrak sosial yang dilandasi prinsip dan kepentingan ekonomi  menyebabkan kekakuan-kekakuan yang menghilangkan dimensi rasa dan empati di dalam hubungan antara orang dan antara golongan.

Perkosaan dapat terjadi begitu saja karena satu dan Iain penyebab. Orang mengatakan bahwa ada dorongan bawah sadar yang tidak dapat dikendalikan, mengikuti jalan berpikir Freud, yang kemudian menjadi kekuatan di dalam memunculkan tindakan perkosaan. Bukankah dorongan bawah sadar ini sesungguhnya juga merupakan ekspresi dari suatu situasi tentang ketidakberesan individu atau masyarakat yang kemudian muncul secara tidak sadar di dalam tindakan seseorang? Oleh karena itu tindakan semacam perkosaan itu bukanlah tindakan yang berdiri sendiri dan muncul begitu saja. Tindakan itu Iebih merupakan produk dari proses kehidupan yang berlangsung sehari-hari yang karenanya menunjukkan kualitas kehidupan masyarakat secara umum. Tingginya tingkat perkosaan meminta kita untuk menganalisis secara Iebih rinci berbagai faktor yang mengkondisikan tindakan itu.

Yoti yang diperkosa, Rini Sundari yang dijual oleh suaminya, tenaga kerja yang dilecehkan kewanitaannya oleh aparat perusahaan, pemaksaan dalam hubungan s3ks, maupun lelaki yang menuntut selaput dara yang utuh dalam perkawinan dapat dipandang sebagai instrumen dalam pembentukan sistem pandangan dunia yang menempatkan perempuan pada posisi tertuduh atau pada posisi yang tersubordinasi dalam keseluruhan representasi sosial (Firestone, 1972), laki-laki adalah penguasa. S3ks karenanya bukan sekadar pusat keberadaan manusia, tetapi merupakan inti dari peradaban yang keberadaannya sangat menentukan tatanan dan struktur yang mengatur hubungan-hubungan antara manusia. S3ks di sini merupakan tanda yang paling konkret dari ketimpangan hubungan laki-laki dan perempuan, baik terjadi di rumah maupun di luar rumah.***

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact