Latihan - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Latihan

Latihan

LATIHAN


HARISEHAT.COM ~ Seorang suami muda usia dihinggapi perasaan was-was akan kemampuannya untuk menafkahi bathin istrinya. Belakangan ini ia merasa ada penurunan drastis dalam melayani kepuasan bathin istrinya. Ia sangat khawatir jika istrinya tidak mendapat kepuasan maksimal, istrinya akan berpaling ke lain hati, atau setidak-tidaknya akan mencari pria idaman lain secara sembunyi-sembunyi. Untuk itulah ia berusaha mencari cara untuk memulihkan ketangguhan kelelakiannya. Bahkan sang suami muda ini sudah pernah mencoba berkonsultasi dengan psikolog untuk mencari tahu kemungkinan ada sebab psikis yang menjadi faktor penyebab kondisinya yang merosot belakangan ini. Tapi segala ikhtiarnya tetap belum juga membawa hasil yang memuaskan. Akhirnya sang suami muda itu bertemu teman karib semasa sekolah dan curhat kepadanya.

Suami: Sebenarnya aku agak rikuh nih mau curhat sama kamu.
Teman: Soal apa..?
Suami: Soal kemampuan staminaku belakangan ini dalam melayani istri.
Teman: Oh itu… memangnya kenapa..?
Suami: Jujur aja… aku was-was kalau istriku tidak lagi mendapat kepuasan bathin dariku, karena aku sudah tidak setangguh dulu… hanya beberapa menit saja aku mampu melayani… dan seringkali istriku belum mencapai klimaks.
Teman: Apa istri kamu pernah mengeluhkan soal ini secara langsung..?
Suami: Istriku wanita baik-baik yang sangat pandai menjaga kehormatan dan harga diri suami. Jadi dia tidak akan mau mengungkapkan perasaannya secara langsung kepadaku.
Teman: Apa kamu melihat gejala kalau istri kamu tidak puas dengan kondisi kamu sekarang..? Atau apa kamu melihat tanda-tanda istri kamu diam-diam telah mencoba mencari kepuasan di luar dengan laki-laki lain..?
Suami: Sejauh ini tidak terlihat gejala dan tanda-tanda itu… justru istriku lebih aktif pada kegiatan keagamaan. Mungkin itu upaya istriku untuk mengalihkan dan mengatasi permasalahannya.

Teman: Jadi masalahnya hanya pada kekhawatiran kamu atas menurunnya kemampuan kamu. Mudah-mudahan ini cuma periode sesaat yang harus kamu lalui. Bukankah kondisi serupa ini pernah kita alami semasa kita bersama di tim basket sekolah dulu..?
Suami: Ya.., tapi bedalah kondisinya antara basket dengan hubungan intim. Aku juga nggak mau mencoba untuk mengkonsumsi obat kuat atau minuman penambah stamina, takut ketergantungan. Sama seperti waktu kita main basket dulu, nggak mau dopping. Selain curang dan terlarang, itu juga suatu bentuk kepalsuan.
Teman:   Kenapa kamu tidak berusaha mencoba untuk mengatasinya dengan cara seperti waktu kita main basket dulu?  Tentu kamu masih ingat apa yang telah kita lakukan bersama tim basket kita.
Suami: Maksudnya..?
Teman: Jadi inti permasalahannya terletak pada rasa kekhawatiran akibat turunnya kemampuan.  Maaf.., menurut kamu, berapa sih waktu maksimal yang diperlukan istrimu untuk bisa mencapai puncak kepuasannya..?
Suami: Jika merujuk pengalaman kami selama ini, di luar foreplay, setidaknya dibutuhkan waktu 10 sampai 15 menit untuk istriku bisa mencapai klimaks. Tapi itu pun relatif.
Teman: Waktu bermain basket dulu, bukankah kita berlatih selama 2 hingga 3 jam perhari hanya untuk bertanding basket selama 45 menit? Kenapa kamu tidak mencoba untuk rutin giat berlatih bercinta aktif dengan istrimu selama setengah jam hingga satu jam per hari agar bisa memuaskan istrimu yang cuma butuh waktu 10 sampai 15 menit untuk mencapai klimaks itu..?

Suami: Gimana sih lo…. justru disitu masalahnya, bahkan untuk berlatih seperti itupun aku sudah tidak memiliki kemampuan lagi

(HS-21-01-2013)

Harry Syahrial

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact