Pengobatan Alternatif menurut Dokter - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Pengobatan Alternatif menurut Dokter

Pengobatan Alternatif menurut Dokter

Pengobatan Alternatif menurut Dokter


HARISEHAT.COM ~ Ada banyak jalan menuju Roma. Ada banyak jalan pula menuju kesembuhan. Begitu kira-kira anggapan masyarakat sekarang. Tak hanya melalui cara medis (pengobatanan — barat) yang umum ditempuh, kini masyarakat pun mendapatkan — suguhan cara pengobatan baru, pengobatan alternatif atau juga biasa dikenal dengan pengobatan non konvensional. Jangankan Indonesia yang masih menjadi negera berkembang, negara semaju Amerika saja, 4 dari 10 warganya menggunakan pengobatan alternatif untuk mengatasi masalah kesehatan mereka. 

Di mata pengamat kesehatan Dr. Kartono Muhammad, hal itu sah-sah saja dilakukan R masyarakat. Pada dasarnya menjadi sembuh adalah hak pasien, apapun pengobatannya.“Tiap-tiap orang memiliki kebebasan untuk mencari pengobatan apa saja, sepanjang ia yakin tidak masalah" ujar mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu. Ditanya komentarnya mengenai maraknya pengobatan alternatif terutama pengobatan timur dipandangnya sebagai hal yang baik asalkan pengobatan tersebut dapat dibuktikan keilmiahannya.“Kalau secara ilmiah dapat dibuktikan, boleh saja itu baik, tapi tidak untuk dicampuradukkan", katanya. 

Meski ditanggapi secara positif, tapi Dr. Kartono mengaku prihatin akan banyaknya pengobatan alternatif liar. Tak sedikit pengobatan yang disuguhkan ke masyarakat masih asal-asalan dan belum terbukti keilmihannya."Sebagai dokter ataupun siapapun orang yang mengobati, tidak boleh memberikan pengobatan yang tidak ia yakini keilmihannya," ujar Pendiri Yayasan kesehatan Perempuan itu.

Menjamurnya pengobatan alternatif yang belum teruji keilmiahannya di matanya hanya akan merugikan konsumen kesehatan. Fenomena tersebut ditanggapinya sebagai pemanfaatan ketidaktahuan masyarakat.“Banyak cara pengobatan non konvensional yang memanfaatkan masyarakat untuk mencari uang," sesal Dr. Kartono. 

Pangkal utamanya adalah ketidaktahuan masyarakat tentang standar pengobatan. Ketidaktahuan itulah yang dimanfaatkan oleh pengobatan non konvensional tertentu dengan memberikan janji-janji bombastis yang dikemas dalam bentuk strategi pemasaran yang bagus.  "Janji itu antara lain bisa menyembuhkan segala macam penyakit aneh itu," ungkap Dr. Kartono. 

Adanya anggapan bahwa tingginya pemilihan pengobatan — alternatif disebabkan kegagalan pengobatan medis dalam mengobati penyakit tertentu dan bisa menyebabkan komplikasi pada kesehatan lain menurutnya adalah hal yang tidak benar “Hal itu adalah akal-akalan Strategi pemasaran saja. Padahal tidak ada pengobatan yang tidak berefek,” tandas Dr. Kartono. 

Intinya, masyarakat yang tidak tahu menahu menjadi korbannya. Untuk itu beliau menyarankan masyarakat untuk berhati-hati dengan segala pengobatan yang ada. Dr. Kartono menandaskan bahwa menjadi tugas pemerintah untuk melindungi masyarakat dari pembohongan semacam itu. 

Meski begitu bukan berarti pula Dr. Kartono setuju bila pengobatan medis/konvensional harus menjadi pilihan utama.Tidak juga, saya hanya ingin mengatakan masyarakat harus dilindungi dari pembohongan, tegasnya. Agar tidak bermunculan praktik-praktik liar yang membodohi masyarakat, Dr Kartono meminta pemerintah untuk merevisi UU Kesehatan dengan memasukkan hal-hal yang mengatur pengobatan alternatif.“UU kesehatan sekarang belum mengatur hal tersebut" ungkapnya. 


Idealnya, tutur Dr. Kartono, dalam UU kesehatan memasukkan jaminan untuk pasien bahwa pengobatan non konvensional harus bertanggung jawab bila terjadi malpraktik dan mereka bisa dituntut. Ada pengawasan dari pemerintah dan mereka harus membuktikan bahwa pengobatan mereka memang bisa menyembuhkan.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact