Jangan Bersahabat dengan Obat - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Jangan Bersahabat dengan Obat

Jangan Bersahabat dengan Obat

Jangan Bersahabat dengan Obat
oleh dr. Handrawan Nadesul



HARISEHAT.COM ~ Obat menjadi racun bila tidak digunakan secara tepat. Bagaimana pun obat berisi bahan kimiawi. Belum tentu cocok dengan kimiawi tubuh. Seberapa bisa tidak memilih minum obat. Apabila keluhan dapat diredakan tanpa minum obat, obat tidak perlu digunakan dulu. Kebanyakan keluhan fisik harian hanya karena gangguan fungsi, keletihan, kondisi tubuh tak seimbang, atau kekurangan nutrisi.

Tubuh sendiri memiliki mekanisme otokoreksi dan otoregulasi. Biarkan memberi kesempatan tubuh melakukannya. Kelewat cepat mengintervensi gangguan fungsi tubuh dengan obat, mengganggu otomatisasi koreksi dan regulasi tubuh. Kembaiikan terlebih dahulu kebiasaan sehat, hidup tertib, makan teratur, cukup tidur dan jeda, selain melakukan latihan fisik, serta hidup tenang. Baru apabila dengan tanpa menggunakan obat, sudah kembali ke pola hidup sehat dan tertib, keluhan masih tetap, atau bahkan bertambah parah, itu tanda, intervensi obat saatnya diperlukan. 

Tidak setiap orang sama reaksinya terhadap obat. Tidak pula setiap bangsa. Maka, takaran obat sejatinya harus diterapkan sesuai dengan kebangsaan, umur, dan kerentanan masing-masing tubuh. Prinsipnya dengan dosis serendah mungkin memberikan hasil seoptimal mungkin. 

Usia lanjut membutuhkan dosis lebih kecil dibanding untuk usia muda. Bayi dan anak membutuhkan dosis obat tersendiri. Tidak semua jenis obat cocok, dan berindikasi buat setiap orang yang membutuhkannya. Dokter yang tahu memilah dan memilihkannya.

 Setiap obat ada peringatan pemakaiannya, efek samping, selain indikasi kontranya. Keluhan dan gejala penyakit yang sama belum tentu sama obatnya. Jenis obat yang sama bisa berbeda-beda merek dagangnya, belum tentu sama pula tingkat kemanjurannya. Bahkan sekadar obat warung sekalipun, hanya digunakan kalau benar-benar perlu. Gagal ginjal, gangguan hati, bisa terjadi akibat rutin mengonsumsi obat flu dan obat nyeri kepala dari warung.

Sumber: buku Jurus Sehat tanpa Ongkos (2008)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact