Terapi Penyakit Menular ala Rasulullah saw. - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Terapi Penyakit Menular ala Rasulullah saw.

Terapi Penyakit Menular ala Rasulullah saw.

Terapi Penyakit Menular ala Rasulullah saw.

"Hindarilah orang yang terkena lepra seperti halnya kalian menghindari seekor singa." 
(HR. Bukhari)

HARISEHAT.COM ~ Dari masa ke masa, virus suatu penyakit menyebar semakin mudah dan cepat. Kecanggihan teknologi, terutama transportasi, memungkinkan seorang dari belahan dunia nun jauh, bertemu dengan kelompok orang di belahan dunia yang lain. Tak pelak, virus yang sedang merebak di suatu negeri, dengan cepat bisa menyebar ke negeri lain. Baik penularannya melalui hewan ternak yang masuk ke negeri itu atau perantara manusia. Virus corona (covid 19) atau Flu burung, contohnya.

Penyakit menular ini disebabkan oleh virus avian influenza yang ditularkan oleh unggas dan dapat menyerang manusia. Penularannya begitu cepat dari satu daerah ke daerah lain. Bahkan, sampai sekarang, flu burung masih menjadi penyakit yang paling menakutkan. Betapa tidak, dalam waktu singkat virus ini bisa merenggut nyawa seorang manusia. Lebih dari itu, pada beberapa kasus, virus ini bisa menewaskan satu kelompok keluarga dalam waktu yang relatif singkat. Jauh sebelumnya, virus SARS (severe acute respiratory syndrome), Anthrax, HIV AIDS lebih dulu menjadi ancaman bagi penduduk dunia, dengan pola penularan yang berbeda-beda. 

Pihak-pihak terkait dengan penanganan penularan virus semacam itu, tentu kerepotan. Kita pun merasa terancam dan khawatir tertular virus-virus membahayakan itu. Sebab beberapa jenis penyakit akibat virus menular, baik dari manusia ke manusia atau dari binatang ke manusia, sampai sekarang belum ditemukan obatnya. 


Oleh karena itu, mencegah tertular virus lebih baik dari pada mengobati dampaknya. Pada kasus flu burung, misalnya. Agar seseorang terhindar dari tertular virus ini, setidaknya harus melakukan hal berikut: 

1. Jika berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas harus menggunakan pelindung (masker, kacamata renang). 
2. Sesuatu yang berasal dari saluran cerna unggas seperti tinja harus dibuang dengan baik (ditanam atau dibakar). 
3.Alat-alat yang digunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan. 
4. Kandang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan. 
5. Mengkonsumsi daging ayam yang telah dimasak pada suhu 80°C selama I menit, sedangkan telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64°C selama 5 menit. 
6. Melaksanakan kebersihan diri dan lingkungan. 

ANJURAN NABI 
Sejak zaman Nabi penyakit menular sudah dikenal, meskipun jenisnya berbeda. Oleh karena itu, Nabi menganjurkan kepada umatnya agar senantiasa waspada. Petunjuk Nabi berkenaan dengan penyakit menular, di antaranya sebuah riwayat dari Jabir bin Abdullah. la menyebutkan bahwa di antara utusan Tsaqif ada seorang lelaki yang terkena penyakit lepra. Maka Nabi segera mengutus seseorang untuk menemuinya untuk memberikan perintah: "Pulanglah, kami sudah membaiatmu."Hal tersebut dilakukan Nabi agar penyakit yang dibawa orang itu tidak-menular. Diriwayatkan pula oleh Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda: "Hindarilah tubuh orang yang terkena lepra seperti halnya kalian menghindari seekor singa." (HR. Bukhari). 

Lebih jauh lagi ditegaskan dalam riwayat Ibnu Majah, bahwa Nabi bersabda: "Janganlah kalian terlalu lama memandang orang yang terkena lepra." Sementara itu, dalam Shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan pula bahwa beliau pernah berkata: "Janganlah orang yang sehat itu ikut makan bersama orang sakit." Betapa sangat hati-hatinya Rasulullah terhadap penyakit menular. Beliau sangat menekankan kebersihan dan kewaspadaan untuk mencegah tertular penyakit. 

KONDISI PSIKOLOGIS PENYEBAB TERTULAR 
Lepra (juzaam) adalah penyakit menular yang berbahaya pada zaman Nabi. Sekarang wabah penyakit jenis ini memang sudah jarang ditemukan. la merupakan jenis penyakit ganas yang menyebar lewat virus hitam di sekujur tubuh. Virus itu mengganggu sistem metabolisme organ tubuh penderita. Bahkan, dapat mengubah bentuk dan strukturnya dan merusak sambungan sel-sel sehingga organ tubuh tersebut hancur berjatuhan kerat demi kerat. Menurut pakar kedokteran Islam, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, terkadang kondisi psikologis, seperti rasa takut dan khawatir pada diri seseorang juga bisa menjadi faktor utama terkena penyakit menular. 

Karena kelemahan jiwa itu amat reaktif dan bisa mengurangi kekuatan alami tubuh. Menurutnya, bau tubuh orang yang sakit saja jika tercium oleh seseorang sudah bisa menyebabkan ia terinfeksi penyakit tersebut Hal seperti itu menurutnya sudah terbukti pada sebagian kasus penvakis. Memang, bau merupakan salah satu mediator penularan penyakit. 

Oleh karena itu, hendaknya kita memperkokoh kondisi mental kita guna menghadapi penyakit yang dianggap menakutkan. Tentu dengan cara-cara yang dibenarkan secara medis. Jenis penyakit menular itu cukup banyak. Selain beberapa jenis disebut di atas, penyakit TBC, kudis, kurap, eksim basah, kolera, flu dan lain sebagainya juga merupakan jenis penyakit menular banyak kita temukan. Karena itu kita harus selalu waspada. Tidak salah, jika Nabi menganjurkan agar umatnya berhati-hati dengan penyakit yang yang menular tersebut. 

Beliau sangat sayang umatnya. Bahkan, dalam kasus wabah kolera, beliau bersabda: "Apabila terjadi wabah kolera di suatu negeri sementara kalian sedang berada di dalam negeri tersebut, janganlah kalian keluar. Sementara bila wabah itu terjadi di suatu negeri sementara kalian berada di luar negeri tersebut, jangan kalian memasukinya." 


Anjuran-anjuran Nabi itu hendaknya kita terapkan dalam kehidupan kita saat ini. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, tidak melakukan interaksi yang dapat bahayakan dengan penderita penyakit menular, sampai menghindari daerah-daerah wabah penyakit, Insya Allah akan menghindarkan kita dari segala macam penyakit menular. Dan yang lebih penting lagi, selalu memohon perlindungan dari Allah agar selalu diberikan kekuatan fisik dan mental agar mampu menangkal berbagai macam penyakit.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact