Apa Kamu Termasuk Anti Sosial? Ini Cirinya - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Apa Kamu Termasuk Anti Sosial? Ini Cirinya

Apa Kamu Termasuk Anti Sosial? Ini Cirinya

Apa Kamu Termasuk Anti Sosial? Ini Cirinya
oleh Sabrina Maharani

HARISEHAT.COM ~ Gangguan kepribadian antisosial umumnya dikenal sebagai sosiopat. Jumlah orang yang menderita gangguan ini ternyata lebih tinggi daripada yang disangka orang, yakni sekitar 6% pria dan 1% wanita. 

Ciri-ciri gangguan ini berupa ketidakpedulian terhadap hak-hak orang lain sejak usia 15 tahun. Sikap ini berupa ketidakpedulian terhadap keselamatan orang lain dan diri sendiri, kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma masyarakat, gemar berbohong demi kesenangan atau kepentingan pribadi, dan tidak pernah menyesal bila melakukan sesuatu yang melukai orang lain. 

Selain itu, agar dapat dinyatakan sebagai penderita gangguan kejiwaan ini, seseorang harus memperlihatkan adanya gangguan pola perilaku sebelum menginjak usia 15 tahun, serta sekurang-kurangnya berusia 18 tahun untuk menerima diagnosis atas gangguan ini.

Orang yang mengalami gangguan ini dalam menjalin hubungan tidak menampakkan suatu hubungan yang sejati di berbagai kesempatan. Hubungan akan berakhir bila sudah tidak lagi menguntungkan mereka. Hubungan mendalam atau bermakna (seperti halnya perkawinan) tidaklah mereka kenal. Mereka tampaknya memiliki bakat alami untuk mengenali kelemahan-kelemahan orang lain dan memanfaatkan kelemahan itu untuk menindas orang tersebut demi kesenangan pribadi melalui penipuan, manipulasi fakta, atau intimidasi. 

Mereka tampaknya tidak memiliki emosi atau perasaan apapun, seperti cinta atau rasa bersalah. Mereka mudah marah tetapi dapat dengan sekejap reda amarahnya, tanpa merasakannya kembali. Tidak peduli apa yang mereka katakan mengenai perasaan mereka, maka itu tidak ada pengaruhnya terhadap tindakan atau sikap mereka pada masa mendatang. 

Penderita gangguan kepribadian ini jarang dapat mempertahankan pekerjaannya dalam waktu yang lama, karena mereka mudah sekali bosan serta selalu memerlukan suasana baru. Mereka hanya hidup pada saat itu saja, dengan melupakan masa lampau dan tidak merencanakan masa depan. Mereka cenderung tidak memikirkan akibat tindakan mereka serta menghendaki ganjaran dan hadiah yang cepat. 


-Sumber: Rahasia Sehat, Pengetahuan Praktis Hidup untuk Orang Cerdas, Sabrina Maharani, Yogyakarta: KataHati, 2007


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact