Menjelang Seminar "Sehat Itu Murah": Terapi Osteoporosis - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Menjelang Seminar "Sehat Itu Murah": Terapi Osteoporosis

Menjelang Seminar "Sehat Itu Murah": Terapi Osteoporosis

MENJELANG SEMINAR "SEHAT ITU MURAH": TERAPI OSTEOPOROSIS



HARISEHAT.COM ~ Cukup banyak yang bertanya bagaimana osteoporosis diobati. Jawaban pertama, tidak cukup hanya dengan menambah kalsium belaka. Perlu beberapa obat yang melengkapi untuk mengoreksi tulang yang telanjur keropos. Obat utama generiknya golongan biphosphonate.


Tidak cukup hanya itu, perlu juga obat hormon, untuk wanita yang sudah menopause, yakni golongan reloxifene.Tapi tentu tidak semua wanita aman memakainya, perlu konsultasi dokter. 

Mengapa perlu hormon? Oleh karena setelah menopause break down tulang lebih cepat dibanding rebuild tulang. Kita tahu sepanjang hayat berlangsung remodelling tulang, yakni proses break down dan proses menumbuhkan tulang kembali atau rebuild. Untuk proses itu dibutuhkan nutrisi yang lengkap. Maka selain obat perlu nutrisi yang lengkap, khususnya kalsium, serta semua yang membantu metabolisme kalsium: cahaya matahari dan vitamin D.

Bila keropos tulang sudah sedemikian parah, tulang bernasib rentan patah (pathological fracture). Untuk mengurangi risiko patah patologis ini perlu diberikan obat golongan denosumab.

Ada lagi obat yang belakangan ditemukan untuk menambah padat tulang diperoleh dari obat golongan paratide, teriparatide dan abaloparatide.

Tentu masih belum cukup hanya obat dan nutrisi belaka, perlu pula exercises, paling kurang brisk walking atau jalan kaki tergopoh-gopoh, olahraga yang napak tanah.
Untuk lebih jauh membahas ihwal osteroporosis, akan dikupas tuntas dalam seminar "Sehat Itu Murah" yang selama 15 tahun terakhir ini saya lakukan keliling Nusantara, dan di depan nanti ada beberapa seminar, dan bagi anggota KOMSIM (Komunitas Sehat Itu Murah) direncanakan sekurangnya sebulan sekali ada travelling seminar, 15-16 April di Sukabumi, 4 September 2019 seminar di atas Genting Dream Cruise.

Salam sehat,
Dr HANDRAWAN NADESUL

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact