Tiga Wanita Pelamar Bar - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Tiga Wanita Pelamar Bar

Tiga Wanita Pelamar Bar

Tiga Wanita Pelamar Bar


HARISEHAT.COM ~ Sebuah bar di pusat kota yang sedang berkembang pesat, tengah mencari seorang pelayan wanita baru. Dibukalah lowongan kerja di mana-mana. 

Dari semua pelamar, pihak bar hanya memanggil tiga orang pelamar yang beruntung. Dari tiga wanita tersebut, akan dipilih satu orang saja.

Setelah melakukan tes interview terpisah, masuk tes terakhir, yakni tes interview secara bersama.

Di ruang tes telah menunggu tiga orang wanita muda dan sama cantik, tinggi dan putih.

Pemilik bar pun datang bersama asistennya, dan:

"Selamat malam, gadis-gadis cantik ..." 

"Malam, Bos..." Serentak.

"Langsung mulai ya, hanya satu pertanyaan untuk semua, kalian tinggal jawab bergilir dari kanan. Siap?"

"Asiyap, Bos..."

"Bagus. Pertanyaannya adalah: Andai kalian sudah bekerja di bar ini, suatu malam, kalian melihat selembar uang seratus ribuan di lantai, apa yang akan kalian lakukan?"

Perempuan 1: "Saya akan mengambilnya dan langsung menyerahkannya pada kasir."

Perempuan 2: Saya akan mengambilnya dan melihat kanan kiri, kiranya ada yang merasa kehilangan uang, jika tak ada, saya akan menyerahkannya pada kasir."

Perempuan 3: "Pertama, saya akan menginjaknya. Kedua, setelah tak ada yang lihat, saya akan mengambilnya. Ketiga, saya masukkan ke saku sendiri, bos."

"Baiklah, kalian sudah menjawab dengan baik. Silakan tunggu di luar ya. Kami mau diskusi dulu dengan asisten."

"Okay, bos."

Saat tiga perempuan sudah keluar ruangan, diskusi pun dimulai:

"Menurutmu gimana?" Tanya bos pada asistensinya.

"Saya pilih yang perempuan kedua, Bos. Dia cerdas dan jujur kalau dari jawabannya."

"Oh, gitu ya. Kalau saya pilih yang perempuan ketiga."

"Loh, bos. Itu kan bahaya jika ada pelayan kayak dia di bar ini. Dari jawabannya dia hanya mementingkan diri sendiri, bukan mementingkan pendapatan bar." Tolak asistensinya berapi-api.

"Sudah kamu ikut pilihan saya saja. Saya lebih tahu darimu kan?"

"Baiklah, bos. Tetapi jika nanti ada apa-apa, jangan nyalahin saya, Bos."

Esoknya, Perempuan ketiga yang terpilih pun sudah mulai bekerja sebagai pelayan baru. Namun sang asisten masih penasaran pada alasan kenapa bosnya memilih dia. Kebetulan, sore itu, sang bos mengajak dia makan di luar. Itulah saat yang tepat baginya untuk bertanya alasannya.

"Bos, maaf sebelumnya, saya masih penasaran, apa ya alasan bos memilih perempuan ketiga kemarin?"

"Ooo itu, baiklah saya kasih tahu: alasan saya memilih dia, karena dia payudaranya yang paling gede..."

"Hah!!!" Asistennya tepuk jidat.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact