Apa Itu Stres? - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Apa Itu Stres?

Apa Itu Stres?

Apa Itu Stres?


HARISEHAT.COM ~ Stres, yang menimpa begitu banyak orang adalah suatu keadaan batin yang diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas, dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak keseimbangan tubuh. 

Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat: penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi gula, klesterol dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke tak, kadar klesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh.

Oleh karena stres yang parah, khususnya, mengubah fungsi-fungsi normal tubuh, hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin dan kritis di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan, penyakit pernapasan, eksim dan psoriasis [sejenis penyakit kulit yang ditandai oleh pembentukan bintik-bintik atau daerah berwarna kemerahan pada kulit, yang tertutupi oleh lapisan tanduk berwarna perak). Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya sel-sel tak.


Sejumlah gangguan akibat stres digambarkan dalam sebuah sumber sebagaimana berikut:


Terdapat kaitan penting antara stres dan penegangan, serta rasa sakit yang ditimbulkannya. Penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di kepala dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut. 


Jika suatu jaringan mengalami kekurangan darah, hal ini akan langsung berakibat pada rasa sakit, sebab suatu jaringan yang di satu sisi mengalami penegangan mungkin sedang membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan di sisi lain telah mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-ujung saraf penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat, seperti adrenalin dan norepinefrin, yang memengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung juga dikeluarkan.

Masihkah kita akan membiarkan stres merasuki diri kita?

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact