Efek Pemakaian Obat Jangka Panjang - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Efek Pemakaian Obat Jangka Panjang

Efek Pemakaian Obat Jangka Panjang


Efek pengulangan atau penggunaan obat yang lama, antara lain:

1. Reaksi hipersensitif = suatu reaksi alergik merupakan respon abnormal terhadap obat atau zat dimana pasien sebelumnya telah kontak dengan obat tersebut hingga berkembang timbulnya antibodi. 

2. Kumulasi = suatų fenomena pengumpulan obat dalam badan sebagai akibat pengulangan penggunaan obat, dimana obat dieks- kresikan lebih lambat dibanding kecepatan absorpsinya. 

3. Toleransi = suatu fenomena berkurangnya respon terhadap dosis obat yang sama. Untuk memperolen respon yang sama perlu dosisnya diperbesar. Ada tiga macam toleransi: 
a. Toleransi primer, ialah toleransi bawaan yang terdapat pada sebagian orang dan binatang. 
b. Toleransi sekunder, ialah toleransi yang diperoleh akibat penggunaan obat yang sering diulangi. 
c. Toleransi silang, ialah toleransi yang terjadi akibat penggunaan obat-obat yang mempunyai struktur kimia yang serupa, dapat pula terjadi antara zat-zat yang berlainan, misalnya alkohol dan barbital. 

4. Takhifilaksis = suatu fenomena berkurangnya kecepatan respon terhadap aksi obat pada pengulangan penggunaan obat dalam dosis yang sama. Respon mula-mula tidak terulang meskipun dengan dosis yang lebih besar. 

5. Habituasi = suatu gejala ketergantungan psikhologik terhadap suatu obat (psychological dependence). Menurut WHO: 
a. Selalu ingin menggunakan obat. 
b. tanpa atau sedikit kecenderungan untuk menaikkan dosis. 
c. timbul beberapa ketergantungan psikhik. 
d. memberi efek yang merugikan pada suatu individu. 

Habituasi terjadi melalui beberapa cara, yaitu: 
a. Induksi enzim, yaitu obat menstimulasi suatu enzim untuk menguraikan obat tersebut. 
b. Reseptor-reseptor sekunder, yang dibentuk khusus oleh obat tertentu misalkan Morfin. 
c. Penghambatan resporpsi pada penggunaan obat per oral. 

6. Adiksi = suatu gejala ketergantungan psikhologik dan fisis terhadap obat. Menurut WHO: 
a. ada dorongan untuk selalu menggunakan suatu obat. 
b. ada kecenderungan untuk menaikkan dosis. 
c. timbul ketergantungan psikhik dan biasanya diikuti ketergantungan.
d. merugikan terhadap individu maupun masyarakat. 

7. Resistensi terhadap bakteri. Pada penggunaan antibiotik untuk penyakit infeksi dapat terjadi obat tidak mampu bekerja lagi untuk membunuh, menghambat perkembangan bakteri tertentu.

(Moh. Anief, Penggolongan Obat Berdasarkan Khasiat dan Penggunaan, Gadjah Mada University Press)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact