Efek Penggunaan Obat Campuran - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Efek Penggunaan Obat Campuran

Efek Penggunaan Obat Campuran


Efek Penggunaan Obat Campuran

Setiap kali kita sakit dan berobat, biasanya kita pulang membawa berbagai jenis obat. Tentu saja obat-obatan tersebut telah diresepkan oleh dokter. Namun jika kita sakit dan enggan berobat, sebaiknya jangan sembarang membeli dan mencampur beberapa obat sekaligus. Bisa jadi bukan kesembuhan yang didapat, melainkan sakit yang bertambah parah.

Efek penggunaan obat campuran antara lain sebagai berikut:

1. Adisi = campuran obat atau obat yang diberikan bersama-sama menimbulkan efek yang merupakan jumlah dari efek masing- masing obat secara terpisah pada pasien. 

2. Sinergis: campuran obat atau obat yang diberikan bersama-sama dengan aksi proksimat yang sama, menimbulkan efek, yang lebih besar dari jumlah efek masing-masing obat secara terpisah pada pasien. 

3. Potensiasi: campuran obat atau obat yang diberikan bersama-sama dengan aksi-aksi yang tidak sama diberikan pada pasien, menimbulkan efek lebih besar daripada jumlah efek masing-masing secara terpisah pada pasien. 

4. Antagonis: campuran obat atau obat yang diberikan bersama-sama pada pasien yang menimbulkan efek yang berlawanan aksi dari salah satu obat, mengurangi efek dari obat yang lain. 

5. Interaksi obat = fenomena yang terjadi bila efek suatu obat dimodifikasi oleh obat lain yang tidak sama atau sama efeknya, dan diberikan sebelum atau bersama-sama. Interaksi obat dapat berlangsung dengan beberapa cara antara lain: 

a. interaksi kimia, contoh: Fenitoin diikat oleh Kalsium, Tetrasiklin oleh logam valensi dua. 
b. Kompetisi untuk protein plasma, contoh: Salisilat, Fenilbutazon dan Indometazin mendesak ikatan obat lain pada protein, hingga memperkuat khasiat obat tersebut..
c Induksi enzim. Obat menstimulasi pembentukan enzim hati, lalu menimbulkan Obat tersebut cepat dieliminasi dan juga mempercepat perombakan obat lain. Contoh: Hipnotika memperlancar biotransformasi antikoagulansia dan antidepresif trisiklis hingga memperlemah efek obat tersebut. 
d. inhibisi enzim Obat menganggu fungsi hepar dan enzim-enzimnya. Contoh: alkohol dapat memperkuat obat lain.

(Moh. Anief, Penggolongan Obat Berdasarkan Khasiat dan Penggunaan, Gadjah Mada University Press)


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact