Menghindari Serangan Jantung dengan Shalat - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Menghindari Serangan Jantung dengan Shalat

Menghindari Serangan Jantung dengan Shalat

Menghindari Serangan Jantung dengan Shalat

HARISEHAT.COM ~ Sebagaimana diketahui, jantung selalu sibuk untuk menyuplai darah ke seluruh bagian tubuh. Salah satu tugas beratnya adalah menyuplai darah ke kepala dan anggota tubuh yang berada diatas dada karena posisinya berlawanan dengan daya gravitasi bumi. 

Ketika seseorang sujud dalam shalat, maka memudahkan jantung untuk memancarkan darah ke otak, mata, hidung, telinga dan anggota tubuh lainnya. Hal ini dikarenakan, ketika sujud posisi kepala lebih rendah dari jantung dan tidak diragukan lagi sujud yang dilakukan dengan waktu lama akan membuat jantung nyaman dan meringankan bebannya. 

Pada saat kita duduk atau berbaring dengan meletakkan kepala diatas bantal, maka posisi kepala lebih tinggi dari posisi jantung, oleh karena itu jantung tidak memiliki kesempatan untuk beristirahat pada saat seseorang dalam keadaan duduk atau berbaring. Bahkan di saat kita tidur dengan tanpa bantal sekalipun posisi kepala rata dengan jantung, maka jantung tetap butuh kekuatan lebih untuk menyalurkan darah. 

Di saat sujud, jantung bagaikan mobil yang berjalan di atas jalan yang menurun, dalam posisi seperti ini darah akan menyebar dengan cepat dan naik ke urat nadi yang terpenting yaitu arteri (urat nadi yang bertanggung jawab mendistribusikan darah keseluruh anggota tubuh). Ketika kepala diangkat dari sujud, maka darah akan mengalir ke seluruh arteri yang menyebarluaskan darah ke selurun anggota tubuh. 

Di saat sujud, darah juga mengalir dari jantung ke paru-paru dan dari paru-paru mengalir ke jaringan atas sebelah kiri dari posisi jantung disaat mengangkat kepala dari sujud. Proses ini membantu sujud membersihkan darah melalui zat karbondioksida, zat ini membuka jalan ntuk aliran darah dari jantung menuju paru-paru dan sebaliknya. 

Di saat sujud, jantung mendapat kesempatan untuk beristirahat dan meringankan pekerjaannya yang terus menerus, dan tentu saja kondisi seperti ini meminimalisir terjadinya serangan jantung yang merupakan penyakit umum yang belum ada jalan keluarnya. Bahkan dunia kedokteran pun belum bisa mengatasinya, ketika ia -orang yang terkena penyakit jantung- bangkit berdiri dengan susah payah, maka seseorang akan merasa pusing, dadanya sakit, tidak sadar dan kesulitan bernafas. Ilmu kedokteran akan menangani gejala ini dengan obat, akan tetapi orang yang melaksanakan shalat dengan ruku' dan sujud berulang-ulang, malam dan siang hari, akan mendapatkan jantungnya tenang dan ringan. Dan tidak diragukan lagi kondisi rileks ini akan meminimalisir bahaya pada jantung.


(Ahmad bin Salim Baduweilan, Misteri Pengobatan dalam Shalat, 2007)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact