Cara Minum yang Baik agar Tidak Sakit Hati - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Cara Minum yang Baik agar Tidak Sakit Hati

Cara Minum yang Baik agar Tidak Sakit Hati


Cara Minum yang Baik agar Tidak Sakit Hati


Minumlah dengan duduk. Alias jangan sambil berdiri, apalagi berjalan. Mengapa? Minum sambil berdiri bisa menimbulkan banyak bahaya. Karena, sebagaimana yang disitir Ibnu Qayyim al-Jauziyah lewat Metode Pengobatan Nabi bahwa minum sambil berdiri mengakibatkan air yang kita minum tidak bisa mengalir secara optimal. 

Minum sambil berdiri, demikian Ibnu Qayyim al-Jauziyah, membuat air yang kita minum tidak bisa bertahan dalam lambung dengan tenang. Sehingga lever tidak dapat mensirkulasikannya ke seluruh tubuh dengan baik. Selain cara minum dengan duduk, melakukan minum dengan can bertahap (tidak sekaligus) juga ditengarai lebih banyak mendatangkan manfaat bagi kesehatan ketimbang melakukan minum dengan cara sekaligus. 

Dalam hal ini Anas bin Malik meriwayatkan dalam Shahih Muslim. Dalam riwayat tersebut, Anas bin Malik menceritakan: "Rosulullah saw biasa bernafas tiga kali saat meminum air sambil berkata; "Cara itu lebih memuaskan, lebih enak dan lebih sehat." Menurut sementara ulama dan berdasarkan istilah syari'at itu sendiri, kata syarab (minuman) yang disebut dalam riwayat di atas menunjuk pada air. 

Adapun arti bahwa Rasulullah bernafas saat minum, yakni bahwa beliau menjauhkan sejenak cangkir airnya dari mulutnya, lalu bernafas di luar, baru kemudian meneruskan minumnya. Yang disebut terakhir dipertegas dalam hadits lain, "Apabila salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia benapas dalam air, tetapi hendaknya dijauhkan dulu cangkir minumnya dari mulutnya." 

Lebih jauh, Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan bahwa di antara faidah dari cara minum seperti yang dilakukan Rasulullah saw di atas adalah bahwa saat meneguk minumannya pertama kali, uap yang berasal dari jantung dan lever orang yang minum naik ke atas karena masuknya air ke dalam tubuh. Sehingga uap panas itu secara alami rerdesak ke luar. Sementara kalau seseorang meneguk minumannya secara sekaligus, maka turunnya air itu akan terjadi secara bersamaan dengan naiknya uap ke atas. Sehingga terjadi saling tolak menolak dan dorong mendorong. 

Adapun hikmah dan faedah besar lainnya terangkum dalam salah satu Sabda Nabi saw: "...Cara itu lebih memuaskan, lebih enak dan lebih sehat." Cara minum di atas juga ditengarai lebih aman akibatnya dan lebih aman dari kemungkinan penggempuran rasa haus secara spontan. Sebab penggempuran rasa haus secara spontan dikhawatirkan dapat memadamkan proses pembakaran alami karena kuatnya rasa dingin air tersebut. Atau setidaknya melemahkan proses tersebut sehingga mengakibatkan rusaknya proses metabolisme pada lambung dan lever. 

Tentang cara minum lainnya, Abdullah bin al-Mubarak, Baihaqi dan ulama lainnya meriwayatkan dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, "Kalau salah seorang di antara kalian minum, hendaknya ia meneguknya seperti orang menghisap, bukan seperti orang menuang air. Penyakit lever itu di antaranya karena cara minum seperti itu." Menurut riwayat di atas, melakukan minum dengan cara seperti orang menuang air berpotensi timbulnya penyakit Kubaad. 

Kata "Kubaad" di Indonesia lebih dikenal sebagai hepatitis. Hepatitis itu sendiri adalah sejenis penyakit pada lever (hati). Berdasarkan eksperimen telah dibuktikan bahwa cara minum sekaligus yang langsung menggempur hati bisa menyebabkan sakit atau memperlemah suhu panas alaminya. Penyebabnya adalah konfrontasi langsung dengan Suhu panas tersebut akibat masuknya air dengan kuantitas tertentu. Berbeda halnya kalau air itu turun secara bertahap sedikit demi sedikit, konfrontasi itu tidak akan terjadi dan tidak akan memperlemah kondisi lever. 

Akhirnya, sekali lagi, jangan sampai resiko fatal menimpa tubuh nanya gara-gara cara minum yang salah. Wallahu a'lam bish-shawab. 

(Tips Sehat Ala Rasulullah saw, Arifin RH/berbagai sumber)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact