Tak Renang Maka Tak Sayang - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Tak Renang Maka Tak Sayang

Tak Renang Maka Tak Sayang


Tak Renang Maka Tak Sayang


Sebuah penelitian ahli kesehatan pernah melansir bahwa selama 16 tahun meneliti 17 ribu alumnus Universitas Harvard, mereka menemukan hasil: orang-orang yang tidak aktif berolahraga, yang membakar lebih dari 500 kalori per minggu lebih cenderung mengidap penyakit jantung. Tak pelak lagi, olahraga menjadi keharusan bila ingin hidup sehat. Dan renang adalah olahraga yang memiliki dua keuntungan. 

Pertama, selain sebagai olahraga yang dapat menguras tenaga, olahraga air juga merupakan aktivitas rekreasi, yang dapat menyegarkan tenaga dan jiwa. Bahkan, menurut penelitian ahli kesehatan, secara psikologis, olahraga renang membuat pikiran lebih santai, dan rileks sehingga dapat meningkatkan hormon endofin dalam otak. Kedua, gerakan renang dapat meyehatkan seluruh persendian. Renang adalah kegiatan olah tubuh tanpa gravitasi, dimana ketika tubuh kita bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi yang lebih besar karena melawan massa air. 

Gerakan seperti mendorong dan menendang dapat memacu aliran darah ke arah jantung, pembuluh darah dan paru-paru. Kegiatan ini disebut juga aerobicair atau aquaerobic yakni gerakan aerobik yang dilakukan di dalam air. Kita tak perlu pandai berenang untuk melakukan olahraga ini. Maka, tak aneh, renang termasuk jenis olahraga kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Aquaerobic (penggerakan di dalam air) tersebut ternyata dapat meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru. Aktivitas tersebut dapat membakar hingga 24 persen kalori tubuh. 

Selain itu, dibandingkan dengan olahraga lainnya, renang pun minim cidera fisik, karena badan ditahan oleh air sehingga tubuh kita men- gapung. Tidak mengherankan bila renang dianjurkan bagi mereka yang menderita obesitas (kegemukan) karena menurunkan risiko cidera persendian lutut dan pergelangan kaki. 

Penelitian mengungkapkan: renang dapat mengurangi ketegangan sendi hingga 50 persen, dan 75 persen jika dalamnya air sebatas dada. Bagi para wanita, olahraga air ini sangat bagus untuk mengencangkan otot perut, lengan, pinggul dan paha sehingga tubuh bisa tampil langsing. Selain itu, renang juga baik untuk ibu hamil. Air yang menopang berat badan si ibu hamil amat berguna pada trimester terakhir kehamilannya untuk memudahkan proses persalinannya kelak. Renang baik juga untuk terapi penderita asma yang akan membantu otot-otot organ pernafasan sehinga dapat mengurang gejala munculnya. Anda pasti sudah tertarik untuk segera melakukan olahraga ini. 

Lebih dari itu, ahli kesehatan menganjurkan agar kita terlebih dahulu melakukan pemanasan sebelum terjun ke dalam air. Pemanasan dapat mencegah munculnya kram otot, meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung. Pemanasan dapat dilakukan dengan berjalan atau herlari-lari kecil mengelilingi kolam renang dan melakukan gerakan pemanasan biasa. 

Jika ingin mendapatkan manfaat renang, jangan langsung melakukannya selama berjam-jam. Lakukan bertahap agar Anda bisa merasakan kebaikannya. Pada latihan awal lakukan 10 sampai 15 menit selama satu sampai dua kali seminggu. Setelah itu lakukan tiga kali seminggu dengan ritme 30 menit sampai 1 jam. Ada baiknya minum banyak air putih agar tidak terkena dehidrasi dan oleskan tabir surya pada wajah terutama ketika matahari sedang memancarkan cahaya panasnya.

Nah, kalau Anda memang peduli dengan kesehatan tubuh, mulailah segera aktivitas menyenangkan ini. Tak renang maka tak sayang tubuh sendiri.

(Tips Sehat Ala Rasulullah, dari berbagai sumber)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact