Tulang Sehat berkat Shalat - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Tulang Sehat berkat Shalat

Tulang Sehat berkat Shalat

Tulang Sehat berkat Shalat



HARISEHAT.COM ~ Tulang dalam tubuh manusia melewati dua fase yang saling berurutan s├ęcara terus-menerus, yaitu fase konstruktif, kemudian diiringi dengan fase penghancuran, lalu diikuti dengan fase membangun lagi dan demikian secara bergantian. 

Jika seseorang berada pada masa perkembangan dan masa muda, maka tubuhnya leblh padat dan tulangnya pun lebih panjang dan kuat. Seiring bertambahnya usia, maka tulang menjadi keropos dan fase penghancuran lebih mendominasi daripada konstruktif. Dalam kondisi seperti  ini tulang menjadi rentan untuk patah dan tulang belakang menjadi melengkung karena keropos, kemudian panjang dan kepadatan tulang berkurang. 

Secara umum, kekuatan tulang kembali kepada kekuatan tekanan dan daya tarik yang timbul dari gerakan otot ketika ia digerakkan dan otot-otot tersebut menyatu dengan tulang. 

Akhir-akhir ini ditemukan bahwa di dalam tulang terdapat aliran listrik yang memiliki kutub yang berbeda. Aliran listrik ini berpengaruh dalam hal pembagian tugas jaringan tulang sesuai dengan spesialisasinya, yaitu jaringan konstruktif dan jaringan yang menghancurkan. Aliran listrik ini juga sangat berperan dalam membatasi aktivitas jaringan- jaringan tersebut. 

Hasil yang diperoleh dari percobaan ini adalah kondisi lesu dan istirahat dapat mengurangi aliran listrik ini, sehingga tulang menjadi kehilangan unsur-unsur yang menguatkan dan menjadi lemah serta tipis. Dan ini diperkuat ketika seseorang pergi ke luar angkasa disaat daya gravitasi benar-benar hilang, maka otot menjadi lemah dan tulang menipis. Hal ini terjadi karena otot dan tulang tidak menghadapi beban daya gravitasi bumi. Dari keterangan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa istirahat secara berlebihan (kurang gerak) dapat menyebabkan tulang menjadi melengkung dan keropos karena fase penghancuran akan lebih dominan dari fase konstruktif. Ketika tubuh tidak melakukan banyak gerakan, maka tulang kehilangan unsur-unsur penguat. 

Dari sini muncul pertanyaan, apakah mungkin seorang muslim akan melewati hari-harinya dengan mengistirahatkan tubuhnya secara terus-menerus? Apakah aliran listrik di dalam tubuh seorang muslim yang berfungsi memperbaharui aktivitas tulang akan berhenti? Melaksanakan shalat fardhu sebanyak tujuh belas raka'at dalam satu hari ditambah dengan melakukan shalat sunnah, akan membuat seorang muslim menggerakkan tubuhnya, setidaknya dua jam dalam sehari. Dengan demikian hidupnya akan lebih panjang, karena ia tidak pernah meninggalkan shalat yang dapat membuat tulangnya lebih kuat, padat dan sehat. Inilah jawaban mengapa orang-orang yang berada di komunitas yang menjaga shalat - seperti di daerah pedalaman Mesir- hampir rata-rata tidak mengalami lengkungan pada punggung meskipun mereka sudah berusia lanjut.

Betapa sejarah membuktikan kekuatan fisik para pejuang Islam dalam melakukan berbagai futuhat (ekspansi). Seorang non muslim tidak akan mengetahui keistimewaan shalat kecuali ketika ia melaksanakannya dan berdiri menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan penuh kekhusyu'an, tawadhu' dengan mengakui ke-Esa-an, keutamaan serta keagungan- Nya. Dengan demikian, energi cahaya akan menjalar di dalam hatinya dan membuatnya selalu berada di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

(Ahmad bin Salim Baduweilan, Misteri Pengobatan dalam Shalat, 2007)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact