8 Tips Memilih Obat untuk Anak - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

8 Tips Memilih Obat untuk Anak

8 Tips Memilih Obat untuk Anak


8 Tips Memilih Obat untuk Anak

Sebagai orang tua, kita tentu bersusah hati jika si kecil sakit. Terkadang dikuasai rasa panik, kita sering mengambil keputusan yang kurang bertanggung jawab, seperti membeli obat tanpa resep, dan mencoba berbagai obat di pasaran. Berikut sejumlah tips yang tidak bisa diabaikan di saat akan membeli obat untuk si kecil:

1. Cermati Obat untuk Anak.
Saran untuk orangtua adalah agar membaca label, terutama kandungannya terlebih dulu bila akan memberikan obat kepada anak. Badan Kesehatan Dunia, WHO, menganjurkan para orangtua agar memberi anaknya banyak minum air saat mengalami keadaan sakit. Juga, dapat diberikan obat-obat tradisional. Sebagian besar penyakit pada anak sebetulnya dapat sembuh sendiri tanpa pemberian obat sekalipun. Pemberian obat secara oral adalah yang paling dianjurkan untuk anak.  

2. Konsultasi Dokter. 
Pastikan dokter anak Anda mengetahui semua obat yang anak Anda minum dan berat badan anak Anda, termasuk obat bebas dan resep, suplemen vitamin, dan bahan alami. Bawa semua obat-obatan anak Anda dan diskusikan dengan dokter Anda. Dengan mengetahui riwayat pengobatan anak Anda dan berat badannya, akan membantu dokter dalam merawat anak Anda sehingga mendapat layanan yang lebih baik.  

3. Cermati Alergi Obat pada Anak.
Pastikan dokter anak Anda mengetahui riwayat alergi dan reaksi anak terhadap obat-obatan. Hal ini dapat mencegah anak Anda mendapat obat-obatan yang dapat membahayakannya.  

4. Resep yang Jelas.
Bila dokter anak Anda menuliskan resep, pastikan Anda dapat membacanya. Jika Anda tidak dapat membaca tulisan tangan dokter Anda, apoteker Anda mungkin juga tidak bisa membacanya, Minta kepada dokter anak Anda untuk menulis dengan huruf cetak mengenai obat yang diberikan.  

5. Memperbanyak Informasi tentang Obat.
Tanyakan informasi mengenai obat anak Anda dalam bahasa/istilah yang Anda pahami, baik saat obat diresepkan dan saat Anda menerima obat tersebut di apotek. Beberapa pertanyaan penting seperti berikut:
# Apa nama obat tersebut? 
# Tujuan pemberian obat tersebut? 
# Apakah dosis obat ini sesuai dengan berat anak saya? 
# Berapa sering anak saya meminum obat ini dan untuk berapa lama? 
# Apa efek samping yang mungkin terjadi dan apa yang saya lakukan bila hal tersebut muncul? 
# Apakah obat ini aman bila anak saya menggunakan obat lain atau suplemen diet? 
# Makanan, minuman, atau aktivitas apa yang anak saya harus hindari selama menggunakan obat ini? 
# Kapan seharusnya saya melihat adanya perbaikan kondisi anak saya?  

6. Mengetahui tentang Efek Samping Obat. 
Efek samping obat adalah suatu reaksi yang tidak diharapkan dan berbahaya yang diakibatkan oleh suatu pengobatan. Efek samping obat, seperti halnya efek obat yang diharapkan, merupakan suatu kinerja dosis atau kadar obat pada organ sasaran.  

7. Tanya Apoteker Tanyakan kepada dokter atau apoteker segala informasi tentang kesehatan. 
Dokter (dokter umum maupun spesialis atau apoteker (ahli farmasi) bisa menjadi gudang informasi atas aneka produk yang diperlukan. Mereka bisa dimintai pendapat tentang obat yang cocok dengan kondisi penyakit yang sedang kita atau anak kita alami.   

8. Beli obat di Apotek Resmi. 
Obat-obatan yang ada di apotek biasanya berasal dari distributor obat yang menyediakan obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi (pharmaceutical company). Apalagi, apotek mempunyai izin resmi dari Dinas Kesehatan setempat dan di bawah pengawasan seorang apoteker sehingga obat yang didapatkan dari apotek bisa kita jamin kualitas dan keasliannya.   

(Teguh Susanto, Cara Cerdas Memilih Obat untuk Anak)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact