Mengukur Demam pada Anak - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Mengukur Demam pada Anak

Mengukur Demam pada Anak


Mengukur Demam pada Anak 

Seorang ibu sering mengukur suhu badan anaknya hanya semata-mata mengandalkan perabaan saja, padahal perabaan tangan bisa menyesatkan. Suhu tubuh bisa saja meningkat saat suhu di luar tinggi atau anak bermain dengan aktivitas fisik yang tinggi. Sebaliknya, anak yang dehidrasi akan teraba dingin meski suhu di dalam tubuh meningkat. Maka, sebaiknya orangtua memilki termometer untuk mengetahui persis apakah anaknya demam atau tidak.  

Bayi dan anak berusia kurang dari 4 tahun belum bisa bekerja sama sehingga jangan lakukan pengukuran suhu di dalam mulut. Pada kelompok usia tersebut, pengukuran termometer dilakukan secara rektal, di ketiak, atau di telinga dengan termometer telinga. Pada anak yang lebih besar, pengukuran dapat dilakukan, baik melalui rektal, ketiak, telinga, maupun mulut. Namun demikian, bila anak pilek hehat dan hidungnya tersumbat, dia tidak bisa menutup mulutnva (karena ia bernapas melalui mulut). Sebaiknya, pergunakan pengukuran ketiak, telinga, atau rektal. 

A. Mengukur temperatur rektal (dubur) Lumasi ujung termometer dengan jel pelicin yang larut air (jangan pergunakan petroleeum jelly, seperti vaselin). Baringkan anak di pangkuan Anda atau di atas tempat yang rata dan agak keras. Satu tangan memegang bagian bawah pantat anak agar tidak bergerak-gerak. Tangan yang lain memasukkan termometer melalui anus sejauh 1-2 cm, tetapi bila terasa ada tahanan, jangan masukkan lebih jauh dari 1cm. Termometer dikepit di antara dua jari saat bagian tangan Anda yang lain memegang pantat anak. Tenangkan anak/bayi, ajak bicara sambil Anda memegang termometer tersebut. Tunggu sampai terdengar nada "beep" dan bacalan angka yang tertera. 

B. Mengukur temperatur di dalam mulut (oral) 
Bila anak baru saja minum atau makan, tunggu 20-30 menit sebelum mengukur temperatur di dalam rongga mulut. Pastikan tidak ada makanan, permen, dan lain-lain di dalam mulut anak Anda. Letakkan ujung termometer di bawah lidah, minta anak untuk mengatupkan bibirnya di sekeliling termometer. Ingatkan dia untuk tidak menggigit termometer atau berbicara saat ada termometer di dalam mulutnya. Minta anak untuk relaks dan bernapas biasa melalui hidung. Setelah terdengar nada "beep", baca angka yang tertulis. 

C. Mengukur temperatur di ketiak 
Buka baju anak dan dalamannya (termometer harus menyentuh kulit, bukan baju). Taruh termometer di ketiak, lipat tangan anak, serongkan ke dada sehingga termometer terjepit. Tunggu sampai terdengar nada "beep". Baca angka yang tertera. Jangan lupa untuk membaca tanggal saat pengukuran dilakukan. 

Selamat mempraktekkan!    

(Teguh Susanto, Cara Cerdas Memilih Obat untuk Anak)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact