Perlukah Anak Diberi Multivitamin? - HARISEHAT.COM

Breaking

logo

Perlukah Anak Diberi Multivitamin?

Perlukah Anak Diberi Multivitamin?


Perlukah Anak Diberi Multivitamin?

Pemberian multivitamin atau makanan suplemen bisa jadi bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Akan tetapi, hati-hati, tidak semua anak memerlukan suplemen. Sebaiknya, orangtua berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter anak sebelum memberikan suplemen. 

Syarat pemberian multivitamin yang tepat ialah tidak melebihi dosis yang dianjurkan atau Recommended Daily Allomance (RDA). Dengan demikian, kegunaannya untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan makanan sehari-hari. 

Secara alami, vitamin sebenarnya ada yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, misalnya vitamin K. Ada pula vitamin yang tidak diproduksi tubuh. Khusus jenis terakhir, pemberian vitamin tambahan dari luar tubuh memang bisa dilakukan. Dengan catatan, vitamin tersebut memang dibutuhkan anak. Jika tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan efek samping. 

Kekhawatiran orangtua akan perkembangan anak sering mengandalkan pemberian multivitamin, terutama pada anak yang sulit makan. Orangtua pun menyiasatinya dengan memberikan vitamin penambah nafsu makan, padahal dalam dunia kedokteran, belum ada yang namanya perangsang nafsu makan. 

Mayoritas ibu pun ingin anaknya memiliki daya tahan super sehingga membeli suplemen khusus yang diiklankan mempunyai kemampuan menaikkan kekebalan tubuh, padahal tidak ada obat untuk sistem imun. Sistem kekebalan tidak bisa diatur dengan satu hal. Walhasil, anak itu tidak perlu diberi asupan untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena yang penting ialah asupan bergizi dan seimbang. Para ibu disarankan untuk menyediakan bahan- bahan makanan yang kaya vitamin dan berbagai zat yang berguna bagi tubuh, seperti serat, protein, dan fitokimia. 

Hasil penelitian American Academy Pediatrics (AAP) yang menyebutkan pemberian suplemen vitamin terlalu dini, justru dapat meningkatkan risiko timbulnya alergi dan asma pada anak. Kelebihan vitamin akan menimbulkan efek samping. Pada beberapa anak, jenis vitamin tertentu bisa menyebabkan alergi. Padahal, bila kondisi tubuh anak ternyata tidak memerlukannya, vitamin tambahan yang dikonsumsi akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan kelebihan vitamin yang bisa berakibat buruk bagi si anak. Misalnya kelebihan vitamin C yang bisa merusak lambung karena kadar asam yang tinggi, atau kelebihan vitamin D yang bisa menyebabkan tumbuh batu di ginjal anak. 

Oleh karena itu, orangtua perlu memahami bahwa suplemen atau vitamin bukanlah pengganti makanan. Fokuslah untuk menyajikan makanan yang lengkap dan seimbang bagi sang buah hati.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact